Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Imbas Covid-19, Volume Transaksi Sektor Real Estat Global Turun

Bagaimana dampak awal Covid-19 pada aktivitas transaksi pasar properti?
Kondominiun pribadi (kiri) dan kondominium eksekutif (kanan) di Singapore./Reuters
Kondominiun pribadi (kiri) dan kondominium eksekutif (kanan) di Singapore./Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam kurun waktu tak lama, disrupsi yang dialami pasar properti akibat pandemi virus Corona (Covid-19) telah mencapai hampir setiap penjuru dunia. Aktivitas transaksi menjadi salah satu yang sangat terdampak oleh Covid-19.

Para konsumen properti, yang secara dramatis menyesuaikan perilaku mereka terhadap cara hidup dan kerja baru, telah mengubah fundamental-fundamental pasar.

Imbas dari perubahan ini, volume transaksi global menurun. Penurunan dalam hal volume transaksi tercatat di 62 persen dari seluruh sektor real estat secara global. Di sisi lain, tetap ada transaksi yang berlangsung, khususnya sebelum pandemi corona mulai terjadi.

Berdasarkan survei yang dilakukan Savills terhadap kepala riset penyedia layanan real estat global ini di 24 negara mengenai kondisi di seluruh sektor, pasar perkantoran mencatat penurunan moderat dalam transaksi seperti yang dilaporkan di 45 persen dari negara-negara tersebut.

Adapun 55 persen lainnya melaporkan volume transaksi untuk sektor real estat terbesar itu mengalami penurunan tajam ataupun tidak mengalami perubahan.

Survei pada 27 Maret-31 Maret 2020 tersebut juga menunjukkan pasar ritel mengalami penurunan tertajam dalam aktivitas transaksi, dengan adanya laporan di 82 persen negara yang disurvei.

Sementara itu, pasar hotel, yang terpukul hebat di tingkat okupansi seiring dengan ditutupnya perjalanan global, mengalami penurunan aktivitas transaksi di 84 persen negara dalam survei.

Kendati demikian, tidak semua sektor dan geografi memiliki dampak yang sama. Sekitar 57 persen dari negara dalam survei melaporkan bahwa aktivitas transaksi pada pasar logistik tak mengalami perubahan atau bahkan naik, sementara 43 persen sisanya melihat penurunan.

Yang tak mengejutkan adalah pasar layanan kesehatan. Sebagian besar negara dalam survei melaporkan tak adanya perubahan dalam aktivitas transaksi.

Permintaan untuk real estat dari konsumen properti sendiri telah berubah karena pandemi Corona. Meski banyak perusahaan di seluruh dunia menerapkan praktik kerja dari rumah (work from home), permintaan untuk ruang kantor tampak belum terkena dampak parah.

Penurunan moderat dalam hal permintaan dilaporkan oleh 70 persen negara dan hanya 13 persen yang menyatakan penurunan tajam.

Sektor hotel tampak mengalami pukulan terberat dengan 95 persen negara melaporkan penurunan tajam dalam permintaan karena terdampak larangan perjalanan internasional dan lockdown domestik. Sektor ritel juga berada dalam situasi yang sama dengan 74 persen negara melihat penurunan tajam.

Namun, sektor logistik dan layanan kesehatan lagi-lagi melawan tren penurunan di tengah merebaknya pandemi Corona. Pasar logistik khususnya mendapat manfaat dari peningkatan permintaan dari peritel makanan.

“Dalam jangka pendek kami memperkirakan nilai modal dan sewa akan mengikuti penurunan yang terlihat dalam aktivitas transaksi dan permintaan konsumen,” tulis Savills dalam laporannya.

Covid-19 tetap merupakan tantangan jangka pendek, tetapi tren-tren tertentu, seperti pergeseran ke ritel online dan perubahan kebiasaan kerja bisa berakselerasi. Ini dapat memiliki implikasi jangka panjang untuk pasar secara keseluruhan,” terangnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper