Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Agar Masker Lebih Awet, MIT Kembangkan APD Pelindung Wajah 3D

Pekan ini tim dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) pun memulai pengembangan APD yang dibuat dengan cepat dan biaya rendah.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 02 April 2020  |  11:50 WIB
Elazer Edelman, Profesor Edward J. Poitras di bidang Teknik Medis dan Ilmu Pengetahuan di MIT, mengenakan pelindung wajah yang dikembangkan melalui upaya kolaborasi yang melibatkan kelompok-kelompok di MIT. Istimewa - MIT
Elazer Edelman, Profesor Edward J. Poitras di bidang Teknik Medis dan Ilmu Pengetahuan di MIT, mengenakan pelindung wajah yang dikembangkan melalui upaya kolaborasi yang melibatkan kelompok-kelompok di MIT. Istimewa - MIT

Bisnis.com, JAKARTA — Kebutuhan yang tinggi akan alat pelindung diri atau APD bagi tenaga medis nyatanya tidak hanya terjadi di Tanah Air.

Pekan ini tim dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) pun memulai pengembangan APD yang dibuat dengan cepat dan biaya rendah.

APD yang dimaksud yakni pelindung seluruh wajah agar masker yang digunakan tenaga medis lebih aman terlindungi dari paparan penyebaran virus ketika harus digunakan dalam waktu yang lama.

Profesor Teknik Mesin dari MIT Martin Culpepper mengatakan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini sebuah negara akan membutuhkan puluhan juta APD sekali pakai setiap bulannya.

Untuk itu, dalam memenuhi hal tersebut MIT meluncurkan pembuatan massal teknik baru khusus APD pelindung wajah sekali pakai. Desain pelindung wajah MIT berupa potongan tunggal akan dibuat menggunakan proses yang dikenal sebagai die cutting atau pemotongan mati.

Nantinya mesin akan memotong desain dari ribuan flat sheets per jam. Kemudian kotak-kotak lembaran datar itu dapat langsung didistribusikan ke rumah sakit (RS) dan tenaga medis bisa dengan cepat melipatnya menjadi pelindung wajah tiga dimensi.

"Teknik kami menggabungkan bahan-bahan berbiaya rendah dengan manufaktur tingkat tinggi yang berpotensi memenuhi kebutuhan pelindung wajah secara nasional," katanya dikutip dari lama resmi MIT, Kamis (2/4/2020).

Proyek pengembangan teknik ini bekerja sama dengan sejumlah mitra dari MIT, rumah sakit daerah setempat, dan industri.

Direktur Institut MIT untuk Teknik Medis dan Sains (IMES) dan pemimpin gugus tugas APD MIT Elazer Edelman menambahkan kekurangan APD bahkan membuat kondisi tenaga medis harus memakai satu pelindung wajah dalam sehari.

Padahal idealnya, pelindung wajah diganti ketika menangani pasien yang berbeda."Satu masker itu dapat membawa partikel virus dan berpotensi berkontribusi pada penyebaran Covid-19 di RS kemudian membahayakan tenaga medis sendiri," ujarnya.

Untuk itu, Edelman melanjutkan, pelindung wajah dari MIT dapat mengatasi masalah ini dengan menyediakan lapisan perlindungan lain yang menutupi masker dan seluruh wajah tenaga medis. Alhasil, APD akan lebih aman digunakan dalam waktu yang panjang.

Menurutnya, perisai pelindung masker dan wajah terbuat dari bahan yang jelas dan memiliki bentuk yang mirip dengan topeng tukang las. Alat ini akan melindungi masker tenaga medis dari kontak langsung dengan partikel virus yang menyebar melalui batuk atau bersin.

Adapun setelah menguji beberapa bahan yang retak dan pecah ketika bengkok, tim memilih polikarbonat dan polietilen tereftalat glikol atau yang lebih dikenal sebagai PETG sebagai bahan baku APD.

MIT memastikan mesin pemotong mati yang digunakan dalam produksi massal akan menghasilkan pelindung muka rata dengan laju 50.000 alat pelindung wajah per hari dalam beberapa minggu.

Pabrikan juga akan terus meningkatkan produksinya agar mampu menjangkau kebutuhan 80 fasilitas layanan kesehatan di seluruh negeri.

MIT berencana membeli 40.000 dan pabrikan akan mendonasikan 60.000 pelindung wajah untuk disumbangkan ke RS setempat di Boston pekan ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

riset masker
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top