Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Penjelasan Detail Mengenai Stimulus Biaya Listrik

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN I Made Suprateka menambahkan akan menindaklanjuti melihat konsumsi listrik bagi kelompok pelanggan 450 VA dan 900 VA yang berbasis data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  18:59 WIB
Karyawan PLN melakukan pengecekan suhu badan sebagai antisipasi penyebaran virus corona - Istimewa / PLN
Karyawan PLN melakukan pengecekan suhu badan sebagai antisipasi penyebaran virus corona - Istimewa / PLN

Bisnis.com, JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan jumlah pelanggan yang mendapatkan pembebasan biaya dan diskon listrik merujuk pada data yang diterbitkan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN I Made Suprateka menambahkan akan menindaklanjuti melihat konsumsi listrik bagi kelompok pelanggan 450 VA dan 900 VA yang berbasis data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Adapun rerata per bulan maksimum penggunaan listrik pelanggan 450 VA sekitar 70 kwh (kilo watt hour).

"Bagi Pelanggan 450 VA yang digratiskan selama bulan April Mei dan Juni, tentu akan lebih simple penanganannya, yang penting mereka tidak ditagih pada penggunaan bulan itu," tuturnya, Selasa (31/3/2020).

Sementara itu, untuk pelanggan 900 VA yang diberikan diskon 50 ini akan tentu dilihat riil penggunaannya setiap bulannya.  Adapun rerata penggunaan listrik maksimum pelanggan 900 VA ini mencapai 100 kWh hingga 150 kwh per bulannya.

"Perkiraan perhitungan itu tentu akan kami cocokkan kembali dengan data base penggunaan pelanggan," ucap Made.

Sementara itu, Kementerian ESDM memastikan keringanan membebaskan biaya listrik kepada 24 juta pelanggan 450 voltampere (VA) dan pemberian diskon 50 persen kepada 7 juta pelanggan 900 VA yang tak mampu atau subsidi.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan kebijakan tersebut sesuai dengan pengumuman atau arahan Presiden Joko Widodo dimana bagian dari program Perlindungan Sosial yang dituangkan dalam Perppu khusus.

"Alokasi dananya juga telah disebutkan untuk program itu, sekitar Rp110 triliun dan diantaranya, menurut saya dialokasikan untuk pemberiaan keringanan tagihan listrik itu," ujarnya.

Dia menuturkan rerata jumlah yang dibayarkan pelanggan 900 VA subsidi dalam sebulan sebesar Rp60.000 per bulan, sedangkan besaran yang dibayarkan untuk pelanggan 450 VA sebesar Rp36.000 per bulan.

"Tapi yang 450 VA ini kan jadinya bebas," ucapnya.

Dengan asumsi pembayaran listrik pelanggan 450 VA besar Rp36.000 per bulan, berarti pemerintah menyiapkan sekitar Rp2,59 triliun kepada PLN sebagai pengganti pembebasan biaya listrik tiga bulan ke depan.

Selain itu, jika 7 juta pelanggan 900 VA membayar rerata Rp60.000 per bulan, maka pemerintah menyiapkan alokasi dana pengganti ke PLN berkisar Rp630 miliar. Asumsi ini merujuk pada diskon 50 persen untuk pelanggan listrik 900 VA bersubsidi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik tarif listrik
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top