Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Corona Hambat Realisasi KPR

Direktur Utama PT Dafam Property Indonesia Billy Dahlan mengatakan bahwa kejadian yang bersifat memaksa (force majeure) ini telah membawa dampak yang bersifat material terhadap bisnis properti perseroan.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  21:50 WIB
Foto udara perumahan bersubsidi di Griya Panorama Cimanggung, Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020). Organisasi Real Estate Indonesia (REI) menyatakan, kuota rumah subsidi yang disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) sebanyak 86.000 unit rumah diperkirakan akan habis pada April 2020. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Foto udara perumahan bersubsidi di Griya Panorama Cimanggung, Parakan Muncang, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (8/3/2020). Organisasi Real Estate Indonesia (REI) menyatakan, kuota rumah subsidi yang disalurkan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) sebanyak 86.000 unit rumah diperkirakan akan habis pada April 2020. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi

Bisnis.com, JAKARTA - Virus corona atau Covid-19 ikut memukul hampir semua industri tak terkecuali sektor properti.

Direktur Utama PT Dafam Property Indonesia Billy Dahlan mengatakan bahwa kejadian yang bersifat memaksa (force majeure) ini telah membawa dampak yang bersifat material terhadap bisnis properti perseroan.

"Dari sisi real estate ikut terdampak, di antaranya adalah adanya kendala penundaan pencairan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) konsumen dari pihak bank rekanan," katanya, Jumat (27/3/2020).

Hal ini lantaran adanya operasional terbatas dari beberapa pihak seperti BPN, Kantor Pajak dan Kantor Notaris PPAT mengingat adanya anjuran bekerja dari rumah (work from home) dan psychical distancing sebagai upaya memutus rantai virus corona.

Menurut Billy, sentimen virus corona ini telah memperlambat ruang gerak transaksi jual beli properti serta memengaruhi faktor psikologis calon pembeli end user atau investor yang saat ini lebih memprioritaskan pada hal-hal yang lebih primer.

"Sehingga menunda sementara waktu pembelian rumah akibat Covid-19, karena masih mencermati kondisi perekonomian dosmestik dan dunia saat ini," katanya.

Dia menyatakan sebagai dampaknya, kegiatan operasional perusahaan di segmen realestat mengalami penurunan omzet penjualan lebih dari 70 persen. Adapun, portofolio Dafam Property saat ini meliputi segmen residensial dan komersial yang rata-rata dikembangkan di Jawa Tengah.

Sementara itu, pukulan telak juga menghantam subsektor perhotelan yang dinilai cukup terdampak signifikan lantaran tingkat okupansi hunian mengalami penurunan sekitar lebih dari 70 persen.

Subsektor hotel paling terpukul karena kekinian masyarakat membatasi ruang geraknya sehingga kegiatan MICE turut terkena imbas. Dia mengakui bahwa isu corona ini benar-benar berdampak secara domino.

Hanya saja, dia menyatakan bahwa meskipun aktivitas bisnis properti turut terdampak secara signifikan, namun pihaknya memastikan bahwa perusahaan masih dapat mengendalikan dampak risiko dari Covid-19 ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top