Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Minyak Tertekan, SKK Migas Persilahkan KKKS Tunda Proyek Migas

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Aburrahman mengatakan, untuk kegiatan dengan skala yang tidak prioritas dapat ditunda sementara agar para KKKS bisa lebih efisien.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  21:44 WIB
Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Jasa Penunjang (APJP) Migas Indonesia berfoto bersama di deoan sumur minyak tertua di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (28/1/2020). - Bisnis / Dwi Nicken Tari
Dewan Pengurus Nasional Asosiasi Pengusaha Jasa Penunjang (APJP) Migas Indonesia berfoto bersama di deoan sumur minyak tertua di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (28/1/2020). - Bisnis / Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meminta Kontraktor Kontrak Kerja Sama memprioritaskan kegiatan produksi pada saat kondisi pelemahan harga minyak.

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Aburrahman mengatakan, untuk kegiatan dengan skala yang tidak prioritas dapat ditunda sementara agar para KKKS bisa lebih efisien.

Fatar mengklaim, sejauh ini para KKKS masih bisa bertahan dengan kondisi yang ada. Kendati demikian, dia mengimbau KKKS mengutamakan efisiensi dalam operasional hulu migas.

“Hanya program yang berdampak ke produksi dulu yang prioritas lainnya bisa ditunda,” katanya kepada Bisnis, Jumat (27/3/2020).

Dia menambahkan, SKK Migas akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia, termasuk usulan-usulan dari KKKS.

Dia menjelaskan, pada saat ini pihaknya bersama dengan KKKS masih fokus terhadap target produksi.

“Kebijakan sudah kami siapkan, tapi belum kami keluarkan, yang kami lihat sekarang bagaimana KKKS itu bertahan dari profit and loss dibiaya langsung produksi,” katanya.

Di sisi lain, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menambahkan, melemahnya harga minyak dunia di bawah level US$30 per barel akan memberikan pengaruh terhadap kinerja KKKS.

Untuk itu, pihaknya memfasilitasi dan mencoba meninjau untuk dilakukannya efisiensi besar-besaran, khususnya untuk KKKS yang memiliki biaya operasi yang tinggi.

“Kami diskusi me-review program kerja yang tidak prioritas ya langsung kami dropped,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas hulu migas
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top