Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Efek WFH, Pencarian Hunian di Lamudi Naik 3 Persen

Kenaikan pencarian properti di situs Lamudi.co.id meningkat akibat anjuran pemerintah membatasi aktivitas ke luar rumah hingga bekerja dari rumah (work from home).
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 25 Maret 2020  |  12:05 WIB
Kantor baru Lamudi.co.id di Gowork, Pacifik Place, Jakarta.
Kantor baru Lamudi.co.id di Gowork, Pacifik Place, Jakarta.

Bisnis.com, JAKARTA - Tren pencarian properti secara daring di situs jual beli realestat Lamudi.co.id mengalami peningkatan di tengah merebaknya pandemi virus corona jenis baru atau COVID-19.

Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya mencatat ada kenaikan tiga persen dalam pencarian hunian di platform asal Jerman tersebut.

"Ada tren kenaikan sebesar 3 persen pada kuartal I/2020 jika dibandingkan dengan kuartal IV/2019," ujarnya pada Bisnis, Rabu (24/3/2020).

Dia mengatakan bahwa kenaikan pencarian properti di situs Lamudi.co.id diduga terjadi akibat adanya anjuran membatasi aktivitas ke luar rumah hingga bekerja dari rumah (work from home) dari pemerintah.

Dengan demikian, calon konsumen dapat menghabiskan sebagian waktunya untuk mencari hunian melalui ponsel di tengah-tengah aktivitasnya tersebut.

Dari data yang ada, lanjut Mart, pihaknya mencatat bahwa subsektor residensial seperti rumah tapak masih menjadi incaran para pencari hunian dengan kisaran harga Rp300 juta hingga Rp1 miliar.

Adapun sebaran daerah yang paling banyak diincar masih didominasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). "Properti sekunder dan primer masih bersaing dengan porsi 50:50 dalam hasil pencarian properti," kata Mart.

Meskipun terjadi tren peningkatan, Lamudi tak dapat mencatat data ke dalam bentuk transaksi properti. Hal ini mengingat Lamudi merupakan portal properti atau marketplace sehingga transaksi jual beli terjadi di luar platform tersebut.

Sebelumnya, sejumlah pengembang memang gencar berjualan daring di tengah adanya anjuran jaga jarak sosial (social distancing) dan bekerja dari rumah sebagai antisipasi pencegahan penularan virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona lamudi covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top