Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terpukul Virus Corona, Agen Perjalanan Tetap Siapkan Donasi

Para pelaku usaha agen perjalanan wisata menyiapkan program donasi untuk membantu pemerintah mengatasi tekanan ekonomi akibat wabah corona.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  16:46 WIB
Calon penumpang mencari informasi penerbangan di salah satu pameran wisata di Jakarta, Minggu (1/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Calon penumpang mencari informasi penerbangan di salah satu pameran wisata di Jakarta, Minggu (1/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Kendati menjadi salah satu sektor usaha yang paling parah terpukul oleh wabah corona, tak membuat para pengusaha sektor agen perjalanan wisata mengendurkan sisi sosialnya, untuk membantu pemerintah memerangi pandemi tersebut.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansjah menuturkan saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan dana melalui Asita Care. Langkah tersebut menurutnya merupakan bentuk kontribusi pengusaha pariwisata kepada masyarakat.

“Dari Asita kami sedang melakuka pengumpulan dana lewat Asita Care. Memang situasi yang berat buat teman-teman, tapi semoga masih banyak yang masih mau berbagi,” katanya kepada Bisnis, Senin (23/3/2020).

Dana tersebut nantinya akan diubah dalam bentuk paket sembako yang akan diberikan kepada masyarakat khususnya karyawan-karyawan biro perjalanan wisata yang terkena dampak akibat wabah virus corona itu.

“Kita akan fokuskan pada masyarakat yang terdampak terutama di kalangan karyawan-karyawan biro perjalanan wisata mungkin dalam paket sembako.”

Adapun, industri pariwisata merupakan bisnis yang pertama kali terpukul dan mengalami dampak paling parah akibat wabah corona. Pasalnya, wabah ini membuat aktivitas perjalanan wisata baik wisatawan mancanegara maupun domestic turun drastis.

Berdasarkan laporan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Industri pariwisata mengalami kerugian sekitar US$1,5 miliar akibat imbas wabah virus corona sejak Januari 2020.

Sementara itu Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional memproyeksikan Indonesia berpotensi kehilangan devisa senilai US$538 juta dari sektor pariwisata akibat wabah corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asita Virus Corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top