Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Strategi MRT Jakarta Tambah Kapasitas Penumpang

Diharapkan jumlah penumpang bisa meningkat menjadi 100.000 orang per hari atau setara 36,5 juta orang hingga akhir 2020.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 11 Maret 2020  |  18:36 WIB
Direktur Utama MRT Jakarta William P. Sabandar (kiri) didampingi Direktur Utama PT JAG Lulu Terianto saat berkunjung ke Kantor Redaksi Bisnis Indonesia, Rabu (11/3/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Direktur Utama MRT Jakarta William P. Sabandar (kiri) didampingi Direktur Utama PT JAG Lulu Terianto saat berkunjung ke Kantor Redaksi Bisnis Indonesia, Rabu (11/3/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) akan meningkatkan kapasitas penumpang hingga lebih dari 400.000 orang per hari dengan penambahan stamformasi menjadi 28 rangkaian kereta seiring dengan operasional jalur fase dua.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan operasional fase dua moda raya terpadu Jakarta ditargetkan terjadi pada 2024. Adanya dua fase jalur berbanding lurus dengan penambahan stasiun dan jumlah penumpang.

"Berdasarkan studi kelayakan, nantinya fase satu dan dua akan mengangkut 400.000 penumpang per hari. Untuk mengantisipasinya akan ditambah sebanyak 12 rangkaian kereta dari saat ini sebanyak 16 rangkaian menjadi sebanyak 28 rangkaian," kata William kepada Bisnis.com, Rabu (11/3/2020).

Dia menambahkan realisasi jumlah penumpang rata-rata mencapai 88.000 orang per hari dengan total 31 juta orang sepanjang 2019. Diharapkan jumlah penumpang bisa meningkat menjadi 100.000 orang per hari atau setara 36,5 juta orang hingga akhir 2020.

Berdasarkan jumlah penumpang tersebut, lanjutnya, tingkat keterisian penumpang MRT saat ini mencapai sekitar 60 persen-70 persen dan diharapkan maksimal bisa mencapai 80 persen. Tingkat keterisian memang dijaga tidak sampai 100 persen untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang.

William menuturkan penambahan kapasitas penumpang akan dilakukan setelah daya angkut mencapai 170.000 orang per hari. Selain peningkatan stamformasi, juga akan dilakukan pemendekan waktu tunggu antarkereta (headway).

Pembangunan MRT Fase 2A dimulai dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota dengan total panjang jalur 6 Km dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah yaitu Stasiun Thamrin, Stasiun Monas, Stasiun Harmoni, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, Stasiun Glodok, dan Stasiun Kota.

Pembangunan fase 2A dibagi ke dalam 3 paket kontrak sipil, terdiri dari paket kontrak CP 201, CP 202 dan CP 203. Periode konstruksi Fase 2A akan dimulai pada Maret 2020 dan direncanakan selesai pada Desember 2024.

Selanjutnya MRT Jakarta akan melakukan integrasi pembangunan Fase 2B atau yang disebut sebagai Jalur Utara-Selatan dan akan dilanjutkan dengan pembangunan Jalur Timur-Barat.

Daerah Kota akan menjadi titik awal dibangunnya Fase 2B dengan titik pemberhentian di Ancol Barat. Fase 2B ini diperkirakan memiliki jalur sepanjang 5,8 Km yang terdiri dari tiga stasiun, yaitu Stasiun Mangga Dua, Stasiun Ancol, dan Stasiun Ancol Barat dengan estimasi pengerjaannya akan mulai dibangun pada pertengahan 2022 dan beroperasi pada 2027.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mrt Jakarta
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top