Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demo dan Mati Listrik Bikin Jumlah Penumpang KRL Berkurang

Realisasi pergerakan penumpang pada tahun lalu sebesar 336.162.186 orang, sedangkan pada 2018 mampu mencapai 336.348.316 orang.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 05 Maret 2020  |  22:26 WIB
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau 'Transit Oriented Development' (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Pemerintah menggalakkan pembangunan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi umum (TOD) di sejumlah stasiun sebagai salah satu solusi penyediaan perumahan sekaligus upaya mengurangi kemacetan lalu lintas. - Antara
Satu rangkaian KRL Commuterline melintasi pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi atau 'Transit Oriented Development' (TOD) di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Pemerintah menggalakkan pembangunan hunian yang terintegrasi dengan moda transportasi umum (TOD) di sejumlah stasiun sebagai salah satu solusi penyediaan perumahan sekaligus upaya mengurangi kemacetan lalu lintas. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) pada 2019 harus mengalami penurunan hingga 186.130 orang dibandingkan dengan 2018 karena mati listrik di Jabodetabek dan sejumlah aksi demonstrasi.

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memaparkan realisasi pergerakan penumpang pada tahun lalu sebesar 336.162.186 orang, sedangkan pada 2018 mampu mencapai 336.348.316 orang.

“Penurunan ini, selain disebabkan oleh aksi demonstrasi yang terjadi beberapa kali, juga peristiwa blackout [mati listrik] yang terjadi pada 4 Agustus 2019,” jelasnya, Kamis (5/3/2020).

Dia menuturkan setidaknya terjadi sepuluh aksi demonstrasi di sekitar wilayah Jakarta. Aksi demonstrasi tersebut terjadi pada 22 Mei 2019, 24 September 2019, 25 September 2019, 30 September 2019, berlanjut hingga 1 Oktober 2019, 14 Oktober 2019, 20 Oktober 2019, dan 1 November 2019 hingga 3 November 2019.

Kendati demikian, imbuhnya, kerugian yang dialami tidak signifikan melihat dari persentase penurunan jumlah penumpang yang hanya 0,05 persen.

KCI mencatat jumlah penumpang sepanjang 2019 adalah sebanyak 336.162.186 penumpang dengan Stasiun Bogor sebagai kontributor terbesar dengan 17,3 juta orang.

Wiwik mengatakan jumlah tersebut dihitung dari 80 stasiun. Stasiun dengan penyumpang penumpang terbesar lainnya adalah Stasiun Tanah Abang sebanyak 15,02 juta orang, Stasiun Bekasi melayani 14,8 juta orang, Stasiun Bojong Gede 12,46 juta orang, dan Stasiun Citayam melayani 12,41 juta orang.

Sepanjang tahun lalu, KCI juga telah mendatangkan sebanyak 168 unit kereta. Total hingga kini ada 1.100 unit kereta yang beroperasi di Jabodetabek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

krl
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top