Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemicu Banjir, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Disetop Sementara

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengonfirmasi telah melayangkan surat permintaan penghentian sementara pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 29 Februari 2020  |  22:00 WIB
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa
Pekerja melintas di dekat Tunnel Walini saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengonfirmasi telah melayangkan surat permintaan penghentian sementara pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Plt. Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan surat tersebut telah dikirimkan kepada pihak terkait yaitu PT Kereta Cepat Indonesia China atau KCIC.

"Betul [terkait penghentian sementara pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung]. Sudah [dikirim surat ke KCIC],"  kata Danis, kepada Bisnis, Sabtu (29/2/2020).

Adapun penghentian sementara pengerjaan konstruksi tersebut akan dimulai pekan depan dan berlangsung selama dua pekan sejak dimulai.

"Dua minggu mulai sejak 2 Maret 2020," kata Danis.

Ketika ditanya terkait pertimbangan penghentian sementara pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut, Danis mengatakan perlu ada perbaikan pada sistem pengerjaan.

"Intinya sistem manajemen konstruksinya harus diperbaiki," katanya.

Seperti diketahui, ketika banjir kembali melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya. Ruas tol Jakarta-Cikampek di Bekasi juga terendam banjir dan mengakibatkan kemacetan. Selain curah hujan yang tinggi, pengerjaan proyek di sekitar jalan tol tersebut, termasuk pengerjaan konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung disebut jadi penyebabnya.

Terkait hal ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa penyebab banjir lebih kepada sungai Bekasi untuk perumahan. Namun, untuk yang di sekitar pinggir tol agar tidak banjir, pihaknya telah melakukan pembongkaran agar drainase tidak tertutup.

"Kalau yang di pinggir tol karena ada pengerjaan proyek kereta cepat KCIC, makanya kita bongkarin karena dia nutup-nutup [drainase]. Kalau itu iya, di KM 8, KM 19, KM 34. Kalau itu yang di tol saja, karena KCIC. Saya sudah telpon direkturnya, saya mau telepon orang China-nya, [KCIC] iya, mau bongkar semua. Saya sudah datang ke lapangan, tidak perlu izin, bongkar," kata Basuki, usai rapat kerja di DPR, beberapa waktu lalu.

Basuki mengatakan bahwa dari pihak kereta cepat juga sudah berkomunikasi dengan dirinya terkait hal ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kereta Cepat
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top