Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembangunan Smelter di Sorong Lamban, Luhut Kecewa

Dia juga meminta perusahaan nikel yang menempati kawasan KEK Sorong turut membuat produk turunannya seperti stainless steel atau carbon steel, hingga lithium battery.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  13:24 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) berbincang dengan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (kiri) sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/2/2020). - ANTARA / Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah meminta pembangunan smelter oleh perusahaan nikel yang menempati Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sorong Papua Barat, dipercepat.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengaku telah mendorong PT Aneka Tambang Tbk. untuk membangun smelter di Papua sejak tiga tahun lalu. Namun, pihaknya heran pembangunan tidak kunjung tuntas.

"Smelter ini akan terus saya dorong. Saya akan paksa ini jadi karena mereka janji," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/2/2020).

Luhut menegaskan hal itu di sela kunjungan kerjanya ke KEK Sorong. Sebanyak tiga titik di KEK Sorong yang dikunjung yakni Kanal KEK Sorong, Pelabuhan KEK Sorong, serta Kantor Administrator KEK Sorong.

Dia juga meminta perusahaan nikel yang menempati kawasan KEK Sorong turut membuat produk turunannya seperti stainless steel atau carbon steel, hingga lithium battery.

Luhut berpendapat pembangunan yang tengah digenjot di Papua itu akan membuka lapangan kerja serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya masyarakat Papua.

"Kalau dua perusahaan saja masuk, dengan kita punya cadangan di sini, bisa kerja 30.000 orang lebih. Nanti akan ada sekolah politeknik di sini seperti di Morowali. Mendidik anak-anak Papua untuk menggantikan pekerja-pekerja asing di sini," tambahnya.

Pihaknya juga menargetkan pembangunan bisa rampung dalam lima tahun ke depan. Agar proyek pembangunan bisa berlangsung cepat, seluruh pejabat lokal serta para pemangku kepentingan diimbau menjaga kedamaian dan keamanan di Papua.

"Untuk itu harus kita mulai cepat. Saya akan telpon Dirut Antam, saya panggil segera," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam smelter Luhut Pandjaitan

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top