Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Corona, Aktivitas Kargo IPC Turun 5 Persen

Pengurangan kol kapal terjadi untuk pergerakan dari dan ke Asia selama dua bulan terakhir.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  16:06 WIB
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Elvyn G. Masassya berpose di kantor IPC, Jakarta, Rabu (13/3/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Elvyn G. Masassya berpose di kantor IPC, Jakarta, Rabu (13/3/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC memperkirakan kunjungan kapal dan aktivitas kargo pada Februari 2020 akan berkurang hingga 5 persen seiring dengan penyebaran virus Corona (Covid-19).

Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya mengakui timbul dampak berupa penurunan persentase kinerja kendati tergolong tidak terlalu signifikan. Pengurangan kol kapal terjadi untuk pergerakan dari dan ke Asia selama dua bulan terakhir.

“Saat ini saja sudah mulai terjadi sedikit pengurangan arus kapal, penurunan arus barang terutama yang internasional, Asia Timur. Penurunan itu sampai dengan Februari sekitar 5 persen lah,” jelasnya, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, virus Covid-19 memberikan dampak terhadapa penurunan arus barang karena sejalan dengan penurunan produksi dan distribusi. Namun, diharapkan dampaknya tak akan banyak memukul kinerja pendapatan lantaran terjaganya tingkat perdagangan domestik antar pulau di Indonesia.

IPC, sebutnya, telah mengantisipasi dengan mulai meningkatkan distribusi arus barang dalam negeri antar pulau di wilayah Indonesia barat dna Timur setelah sebelumnya banyak berorientasi terhadap aktivitas ekspor dan impor barang. Hal tersebut, sambungnya, untuk memastikan kegiatan kepelabuhanan seperti bongkar muat tetap berjalan.

Elvyn berpendapat baik insentif maupun relaksasi lebih jauh yang dapat dilakukan oleh pemerintah nantinya juga bergantung dengan volume barang yang diproduksi oleh China, sebagai pusat manufaktur dunia.  Alhasil, minimnya volume produksi juga tidak serta membuat insentif dari pemerintah memberikan dampak yang signifikan.

“Karena barang-barang itu diproduksi di Cina lalu diekspor ke Indonesia. Apakah permintaannya ada atau tidak itu persoalannya,” tekannya.

Sejauh ini, kata Elvyn, virus Corona lebih banyak berpindah melalui manusia sedangkan mayoritas pelabuhan adalah pelabuhan barang. Meski demikian, antisipasi tetap harus dilaksanakan.

Korporasi pelat merah tersebut juga tengah mengantisipasi penyebaran virus Corona dengan mewajibkan seluruh petugas pelabuhan dalam memeriksa Kapal sebelum bersandar di pelabuhan.  Selanjutnya, ketika kapal sudah berlabuh bekerja sama dengan kesehatan pelabuhan.

Untuk petugas di pelabuhan, sambungnya, juga wajib menggunakan masker dan melakukan upaya pencegahan Corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik ipc
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top