Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Produksi Migas, SKK Migas Gali Potensi Sumur Tua

Banyaknya jumlah dan potensi cadangan minyak yang dimiliki sumur tua dinilai menjadi peluang Indonesa menambah produksi minyak nasional.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  18:49 WIB
Pacu Produksi Migas, SKK Migas Gali Potensi Sumur Tua
Penambangan sumur minyak tua di Bojonegoro, Jawa Timur - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi memacu produksi minyak dan gas bumi dalam negeri dengan menggali potensi sumur tua.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menilai dengan jumlah sumur tua yang besar dan potensi cadangan yang dimiliki, dengan pengelolaan yang baik dapat berpeluang untuk dapat menambah produksi minyak nasional.

Untuk itu, SKK Migas menyelenggarakan rapat koordinasi pengelolaan sumur tua dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) pada Senin (24/2/2020).

Julius menyatakan, untuk meningkatkan produksi minyak nasional, maka salah satu yang bisa berpotensi adalah sumur tua yang tersebar di seluruh Indonesia.

Sejak keluarnya Permen ESDM No 1 Tahun 2008, per 2009 telah berproduksi pengusahaan sumur tua. Pada puncak produksinya pernah berkontribusi sebesar 2.143 BOPD.

"Pada masa puncak pengelolaan sumur tua ada 1993 sumur yang dikelola dan melibatkan 20 KUD atau BUMD di berbagai wilayah Indonesia. Namun saat ini jumlahnya menurun menjadi 1.400 sumur tua," ujarnya dalam keterangan resminya yang dikutip Bisnis, Senin (23/2/2020).

Sementara itu, Penasehat Ahli Kepala SKK Migas Satya Widya Yudha, meminta agar peraturan pengeboran pada sumur tua dimungkinkan untuk dilakukan diperdalam lebih dari 50 meter.

Selain itu, Satya meminta Pertamina EP untuk meneliti formasi cadangan pada lokasi sumur tua apabila dilakukan pengeboran lebih dalam.

Satya menilai faktor teknis perlu ditingkatkan untuk sumur tua di seluruh Indonesia.

"Dengan demikian tambahan produksi dan juga lifting akan terjadi cukup baik," sebutnya.

Di lain pihak, Direktur Utama Pertamina EP Nanang Abdul Manaf menjelaskan pengelolaan sumur tua di wilayah kerja Pertamina EP bekerja sama dengan KUD/BUMD.

"Pada saat ini kontribusi sumur tua tersebut sebanyak 1.905 BOPD yang berasal dari 1.400 sumur tua," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas sumur minyak
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top