Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tanah Bergeser Terjadi lagi di Longsoran Dekat Tol Cipularang

Gerakan tanah kembali terjadi di dekat kawasan longsor Tol Cipularang KM 118, tepatnya di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (19/2/2020).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 19 Februari 2020  |  16:44 WIB
Foto udara memperlihatkan sejumlah pekerja memperbaiki area yang alami longsor di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (17/2/2020). Jasa Marga Metropolitan Tollroad masih melakukan upaya perbaikan dan pemulihan ruang milik jalan (rumija) Tol Cipularang di KM 118 arah Jakarta, dan area di sekitar lokasi tersebut masih aman dan lancar untuk dilalui oleh pengguna jalan. - Antara/M Agung Rajasa
Foto udara memperlihatkan sejumlah pekerja memperbaiki area yang alami longsor di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (17/2/2020). Jasa Marga Metropolitan Tollroad masih melakukan upaya perbaikan dan pemulihan ruang milik jalan (rumija) Tol Cipularang di KM 118 arah Jakarta, dan area di sekitar lokasi tersebut masih aman dan lancar untuk dilalui oleh pengguna jalan. - Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, BANDUNG - Gerakan tanah kembali terjadi di dekat kawasan longsor Tol Cipularang KM 118, tepatnya di Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (19/2/2020).

Nandang Elan, Humas PT Jasa Marga, mengonfirmasi bahwa pergerakan tanah terjadi di kawasan itu. Namun, menurutnya, yang terjadi hanya pergerakan rekahan tanah kecil bekas longsoran.

"Betul, ada rekahan di bagian sisi longsoran," kata Nandang saat dihubungi Antara pada Rabu (19/2/2020).

Akibatnya, salah kaki seorang pekerja operator alat berat terkilir karena berusaha menghindari pergerakan tanah tersebut. Di lokasi tersebut memang sedang ada perbaikan setelah longsor oleh pihak Jasa Marga.

"Pengemudi alat berat tadi loncat pada saat melihat ada rekahan. Kakinya sedikit terkilir," kata Nandang.

Selain itu, tidak ada korban lainnya akibat peristiwa pergerakan tanah tersebut. Menurut Nandang, lokasi pergerakan tanah susulan itu di pinggir jalur arah Jakarta terdapat genangan air.

Nandang menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk merekomendasikan pembatasan sementara kendaraan yang melintas di Tol Cipularang guna mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

"Tadi ada pihak Korlantas (Polri) ke sini, rencananya ada rekayasa untuk mengurangi beban di sini. Rekayasanya bisa lawan arus (contraflow) bila diperlukan dan mereka yang berakhir pekan ke Lembang diarahkan melalui Subang atau jalan Cagak," katanya.

Sebelumnya, longsor terjadi di Kampung Hegarmanah RT 2/RW 4, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat pada Selasa (11/2) sekitar pukul 21.00 WIB.

Akibatnya tercatat 10 rumah rusak hingga rata dengan tanah dan pada saat itu sekitar 80 jiwa mengungsi ke wilayah yang aman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

longsor tol cipularang

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top