Menaker RI: Jangan Sampai K3 Dianggap Penghambat Investasi

Menaker Ida Fauziyah menghadiri Upacara Bulan K3 Nasional Tingkat Provinsi Riau di lapangan komplek PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) di Pekanbaru. 
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  11:25 WIB
Menaker RI: Jangan Sampai K3 Dianggap Penghambat Investasi
Sejumlah pekerja pabrik rokok menghitung uang Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran saat pembagian di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2019). - ANTARA/Yusuf Nugroho

Bisnis.com, PEKANBARU - Menteri Ketenagakerjaan RI Ida Fauziyah mendorong agar seluruh pekerja dan manajemen perusahaan terus mengimplementasikan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pola pikir bahwa K3 dapat menghambat investasi pun harus diubah karena sejatinya K3 merupakan penjaga investasi itu sendiri.

Hal itu disampaikan Menaker ketika menghadiri Upacara Bulan K3 Nasional Tingkat Provinsi Riau di lapangan komplek PT Perkebunan Nusantara V (PTPN V) di Pekanbaru. 

“Jangan pula sampai K3 dianggap sebagai penghambat investasi. Ini adalah penjaga investasi karena pelaksanaan K3 adalah berbicara soal nyawa dan kesehatan manusia serta keberlangsungan usaha,” kata Menaker Ida, Jumat (14/2/2020).  

Adapun, berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan pada 2018 terjadi kecelakaan di tempat kerja sebanyak 114.148 kasus dan pada 2019 turun 33,05 persen menjadi 77.295 kasus. 

Sementara di Provinsi Riau tercatat kecelakaan kerja terjadi sebanyak 14.325 kasus di sepanjang 2019.

Menaker Ida mengapresiasi penurunan kasus kecelakaan kerja tersebut dan berharap bisa membuat para pemangku kepentingan di lapangan usaha semakin semangat meningkatkan pengawasan dan kesadaran pentingnya K3. 

Adapun, Menaker Ida menyampaikan pelaksanaan bulan K3 kali ini tidak dilakukan di komplek gubernuran melainkan langsung di perusahaan juga merupakan terobosan baru.  

Hal itu, kata dia, diharapkan bisa mendekatkan budaya K3 kepada para pekerja, manajemen perusahaan, dan para pemangku kepentingan sehingga K3 bisa menjadi budaya kerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenaker

Editor : David Eka Issetiabudi
KOMENTAR




Top