Survei Penjualan Eceran Akhir 2019 Dibayangi Kontraksi

Survey Penjualan Eceran Bank Indonesia pada kuartal IV/2019 mengindikasikan adanya kontraksi pada Desember 2019 sebesar - 0,5 persen (yoy) atau dari 1,3 persen (yoy) pada November 2019.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  17:15 WIB
Survei Penjualan Eceran Akhir 2019 Dibayangi Kontraksi
Pengunjung memilih minuman di salah satu gerai supermarket - Jibi/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia mencatat pertumbuhan penjualan eceran pada kuartal IV/2019 sebesar 1,5 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi tersebut ditopang peningkatan penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau; kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya; serta kelompok suku cadang dan aksesori seiring musim liburan Natal dan Tahun Baru 2020.

Meski demikian, Survey Penjualan Eceran Bank Indonesia justru mengindikasikan adanya kontraksi pada Desember 2019 sebesar - 0,5 persen (yoy) atau dari 1,3 persen (yoy) pada November 2019.

"Penurunan penjualan eceran terutama disebabkan oleh kontraksi penjualan yang terjadi pada beberapa kelompok, seperti barang budaya dan rekreasi dan kelompok peralatan serta informasi dan komunikasi masing-masing sebesar -19,6 persen (yoy) dan -7 persen (yoy) sepanjang Desember 2019," tulis BI seperti dikutip dalam keterangan resmi, Rabu (12/2/2020).

Di sisi lain, komoditas yang masih mencatat pertumbuhan positif, misalnya kelompok suku cadang dan aksesori 15,7 persen (yoy) dan pelengkapan rumah tangga lainnya 4,9 persen.

Secara regional, perlambatan penjualan eceran pada Desember 2019 disebabkan penurunan penjualan yang terjadi di sejumlah kota yang disurvey oleh Bank Indonesia, antara lain Medan yang mengalami kontraksi - 9,6 persen (yoy) dan Denpasar -5,0 persen (yoy).

Penurunan penjualan eceran di kedua kota tersebut diprediksi masih berlanjut pada Januari 2020. Hal itu tercermin dari penurunan indeks penjualan riil (IPR) di kota Medan dan Denpasar masing-masing sebesar - 7,8 persen (yoy) - 4,9 persen (yoy).

BI memperkirakan penjualan eceran pada Januari 2020 mengalami penurunan sejalan dengan pola musiman. Penurunan penjualan eceran disebabkan terutama dari kelompok barang konsumsi masyarakat yang kembali normal setelah perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).

"IPR pada Januari 2020 diprediksi mengalami penurunan atau kontraksi hingga - 3,1 persen. Di sisi lain, tekanan kenaikan harga hingga Maret 2020 berdasarkan indeks ekspektasi harga umum [IEH] menjadi 160,2 dari bulan sebelumnya sebesar 154,6," jelas Bank Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, ritel

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top