Pasokan Apartemen di Jakarta Akan Bertambah 26.000 Unit

Dalam kurun 2020-2023 akan ada tambahan total pasokan 49.200 unit apartemen baru
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  13:38 WIB
Pasokan Apartemen di Jakarta Akan Bertambah 26.000 Unit
Sejumlah penghuni berada di apartemen, Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar properti di subsektor apartemen akan mengalami pasokan melimpah dalam beberapa tahun mendatang.

Konsultan Properti Savills Indonesia mencatat pada tahun ini saja akan ada ribuan pasokan apartemen baru khususnya di DKI Jakarta.

"Penyelesaian apartemen baru pada 2020 dapat mencapai lebih dari 26.000 unit," kata Director and Head of Research Savills Indonesia Anton Sitorus pada Selasa (11/2/2020).

Secara keseluruhan, imbuhnya, pasokan melimpah akan terjadi dalam kurun waktu 2020-2023 dengan perkiraan tambahan pasokan sekitar 49.200 unit apartemen baru dengan konsep pengembangan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD). 

Dalam catatan Savills, pasokan tahunan pada 2020-2023 rata-rata diperkirakan akan mencapai sekitar 12.300 unit atau lebih rendah dari tingkat pasokan pada 2015-2019. 

Hanya saja, dengan banjirnya pasokan apartemen tersebut tak menutup kemungkinan ada keterlambatan penyelesaian seperti halnya pada tahun lalu yang mencapai 40 persen. 

Sepanjang 2019, Savills mencatat terdapat 19.100 penyelesaian apartemen baru di Jakarta dengan tingkat penyerapan 2.100 unit. Dengan demikian, total yang ada saat ini mencapai 168.400 unit. 

Tahun lalu, dua apartemen segmen kelas atas juga mulai masuk pasar setelah dua tahun sebelumnya nihil. Keduanya adalah apartemen Anandamaya dan Langham.  

Anton mengatakan bahwa konsentrasi terbesar pembangunan masih berada di Jakarta Selatan sekitar 31 persen, Jakarta Barat 25 persen, Jakarta Utara 17 persen, Jakarta Timur 15 persen, Jakarta Pusat 7 persen dan kawasan pusat bisnis/Central Business District 5 persen.

Secara keseluruhan, imbuhnya, segmen kelas menengah masih mendominasi pasar apartemen sebesar 37 persen, menengah ke bawah 30 persen, menengah ke atas 25 persen, kelas atas 7 persen dan mewah 1 persen.

Lebih lanjut, Anton mengatakan tingkat penjualan di segmen kelas menengah ke bawah akan tetap mendominasi meskipun di setiap segmen menghadapi tantangan tersendiri.

"Meskipun pasokannya melimpah, tetapi harga yang relatif rendah kemungkinan akan menjadi daya tarik utama," kata Anton.

Sementara itu, untuk harga pada tahun ini diprediksi masih akan relatif stabil hingga beberapa kuartal ke depan. Setelah itu, harga kemungkinan dapat berubah secara moderat.  

Adapun, untuk harga jual apartemen pada tahun lalu rata-rata berada di kisaran Rp26,6 juta per meter persegi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti, apartemen

Editor : Fitri Sartina Dewi
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top