Nilai Investasi Startup Indonesia Turun, Vietnam Pecahkan Rekor

Cento Ventures mencatat adanya penurunan nilai investasi pada startup di Indonesia sebesar 41% pada 2019.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  05:21 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Cento Ventures mencatat adanya penurunan nilai investasi pada startup di Indonesia sebesar 41 persen  pada 2019. 

Dari data Cento Ventures yang didapatkan Bisnis, nilai investasi yang mampu diraup startup Indonesia pada akhir tahun lalu sebesar US$2,3 miliar. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan 2018 sebesar US$3,9 miliar. Namun demikian, Cento Ventures melihat jumlah kesepakatan antara startup Indonesia dengan investor meningkat dari 104 menjadi 131 kesepakatan.

Penurunan nilai investasi juga dirasakan Singapura dan Malaysia. Bahkan bisa dibilang Malaysia yang mendapat penurunan tertinggi sebesar 52 persen dari US$150 juta (2018) menjadi US$85 juta (2019), dengan peningkatan kesepakatan dari 34 menjadi 61 kesempatan.

Singapura turun dalam tahap wajar hanya 1,7 persen dari US$705 (2018) menjadi UA$693 (2019) dengan peningkatan kesepakatan dari 98 menjadi 191. Sedangkan Filipina masih stagnan di angka US$33 juta dengan peningkatan kesepakatan dari 9 ke 24. 

Sinyal positif malah didapat Vietnam dan Thailand. Nilai investasi pada startup yang berbasis di Vietnam meningkat 158 persen dari US$287 (2018) juta menjadi US$741 juta (2019). Begitu pula dengan Thailand. Peningkatan investasi negeri gajah ini sebesar 62 persen dari US$80 juta (2018) menjadi US$130 juta (2019).

Sementara itu, Cento Ventures yang merupakan perusahaan modal ventura terfokus pada startup teknologi di Asia Tenggara, Seara umum mencatatkan penurunan nilai investasi pada 2019. Pada 2018 investasi yang diberikan sebesar US$12 miliar sedangkan pada 2019 hanya US$7,7 miliar. Namun Cento Ventures mengatakan jumlah pendanaan meningkat dari 363 menjadi 616 kesepakatan.

Cento Ventures juga melihat ada kenaikan dalam investasi kurang dari US$50 juta. Yakni dari US$1,5 miliar (2018) menjadi US$2,4 miliar (2019). Sebaliknya, transaksi lebih dari US$50 miliar, turun dari US$10,5 miliar (2018) menjadi US$5,3 miliar (2019).

Centro Ventures menyebut pada 2019 ada 2 startup yang mendapat investasi cukup besar. Antara lain Traveloka sebesar US$420 juta dan VNPay sebesar US$300 juta. Startup lain seperti Ruangguru, Kredivo, Advance.ai, Tiki.vn, dan Scommerce, juga mendapat pendanaan yang besar pada tahun tersebut.

Startup yang sudah besar seperti Grab dan GoJek justru mendapat hasil sebaliknya. Centro Ventures memastikan pada 2019 nilai investasi yang diterima 2 startup yang berbasis pelayanan ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun mereka mencatat kedua startup ini mampu menghasilkan unit seperti jasa keuangan yang mampu meningkatkan modal secara mandiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top