Batik Air Tunda Ekspansi ke China

Penyakit yang disebabkan virus corona menjadi alasan Batik Air menunda rencana ekspansi ke China.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 09 Februari 2020  |  11:40 WIB
Batik Air Tunda Ekspansi ke China
Para WNI yang berada di Wuhan, Provinsi Hubei China, bersiap-siap dievakuasi ke Indonesia menggunakan pesawat Batik Air, Sabtu (1/2/2020). - Dok. KBRI Beijing

Bisnis.com, JAKARTA -- Maskapai Batik Air menunda rencana ekspansi untuk jalur penerbangan ke China yang masuk dalam strategi bisnis perusahaan pada tahun ini akibat kebijakan penyetopan oleh pemerintah.

Padahal, kota-kota di China menjadi salah satu dari 10 rute baru yang rencananya akan dibuka oleh perusahaan pada tahun ini.

CEO Batik Air Capt. Achmad Luthfie menuturkan potensi penambahan rute ke kota di Asia Timur potensial. Selain negara Jepang dan Korea Selatan, Negeri Panda, sebutnya juga tinggi peminatnya. Namun, sambungnya, perizinan untuk jalur ini ditunda sementara dengan merebaknya virus 2019-nCoV.

“Kalau batik dibandingkan dengan lion air mungkin nggak seberapa impaknya. Lebih banyak jadwal di Lion Air. Tapi, memang planning kami untuk tambah terbang ke China banyak yang terpaksa di-stop dulu,” jelasnya Minggu (9/2/2020).

Saat ini, lanjutnya, pesawat-pesawat yang melayani rute ke China telah ‘dikandangkan’ dalam hanggar untuk dilakukan perawatan. Dampaknya, biaya perawatan pun tetap mengalir.

Maskapai dengan kode penerbangan ID tersebut hingga kini menerbangi lima kota di China dengan layanan terjadwal dan layanan sewa.

Berdasarkan data PT Angkasa Pura II, saat ini terdapat 16 izin rute penerbangan dari Soekarno-Hatta ke China dan sebaliknya. Izin rute tersebut adalah untuk melayani penerbangan dari dan ke Beijing, Guangzhou Baiyun, Shenzhen Bao’an, Shanghai Pudong, Kunming, Nanning, Haikou Meilan, Fuzhou Changle, dan Xiamen Gaoqi. 

Total pergerakan pesawat yang melayani rute-rute itu sebanyak 143 pergerakan pesawat per minggu.

Maskapai yang melayani penerbangan dari dan ke China adalah Air China, China Southern, Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, Xiamen, China Eastern, Sriwijaya Air, dan Federal Express. Sekitar 16-20 slot penerbangan per hari menjadi idle karena penerbangan dari dan ke China ditutup sementara.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batik air

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top