Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PGN Bersiap Pasok LNG ke PLN

PGN menerima penugasan dari Pertamina untuk menyediakan pasokan dan membangun infrastruktur LNG untuk PLN berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020.
Pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension 1x315 MW di Desa Lontar, Tangerang, Banten, Jumat (29/3/2019)./ANTARA-Muhammad Iqbal
Pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar Extension 1x315 MW di Desa Lontar, Tangerang, Banten, Jumat (29/3/2019)./ANTARA-Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) akan menyediakan pasokan dan pembangunan infrastruktur gas alam cair atau Liquid Natural Gas (LNG) bagi penyediaan tenaga listrik PT PLN.

Perseroan yang saat ini tengah menuju fase baru dalam memperkuat pengelolaan bisnis gas bumi secara terintegrasi baik melalui pipa, CNG, dan LNG tersebut, menargetkan penandatanganan Head of Agreement antara PGN dan PLN pada Triwulan I 2020.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan Pertamina menerima penugasan untuk menyediakan pasokan dan membangun infrastruktur LNG untuk PLN berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020.

"Kemudian untuk mempercepat penyelesaian penugasan tersebut, PGN selaku subholding gas ditunjuk untuk mengkoordinir pelaksanaannya,” ungkap Rachmat dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Sabtu (8/2/2020).

Dalam penugasan ini, PGN akan berkoordinasi dengan PLN maupun afiliasinya untuk dapat menyelesaikan skema bisnis dan penugasan dalam jangka waktu sesuai dengan yang dibutuhkan. Pembangunan infrastruktur LNG untuk Pembangkit Listik, volume LNG ditargetkan sebesar 260 BBTUD untuk meningkatkan efisiensi PLN.

Penyediaan pasokan LNG untuk konversi pembangkit listrik PLN diharapkan dapat memberikan harga biaya pokok penyediaan tenaga listrik yang lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar lainnya jenis High Speed Diesel (HSD), dengan mengoptimalkan pemanfaatan kargo LNG yang dimiliki oleh Pertamina sejalan bersama implementasi konsolisasi bisnis gas.

“Hal ini cukup rasional dimana selama ini harga gas bumi masih cukup bersaing di banding dengan BBM. Kami yakin pemerintah akan memberikan dukungan terbaik dalam pencapaian pelaksanaan program,” tambah Rachmat.

Pengembangan LNG telah menjadi salah satu rencana jangka pendek menengah PGN, khususnya dalam meningkatkan realibilitas pasokan gas bumi serta solusi bagi akses gas bumi di wilayah timur Indonesia termasuk untuk kebutuhan sektor kelistrikan.

Munculnya Kepmen 13/2020 sejalan dengan program dan visi misi PGN dalam mengembangkan infrastruktur gas bumi ke seluruh wilayah Indonesia termasuk pemanfaatannya bagi ketahanan energi nasional.

“Penugasan ini juga terkait dengan kebijakan pemerintah untuk mengoptiomalkan supply gas dalam negeri. Saat ini dengan adanya subholding gas, maka pengelolaan bisnis gas Pertamina dan tujuan untuk peningkatan pemanfaatan gas bumi nasional akan semakin fokus bagi pengelolaan ketahanan energi nasional,” tegas Rachmat.

PGN berharap milestone ini semakin memperkuat peran subholding gas dalam melayani kebutuhan gas bumi seluruh sektor, khususnya di dalam menekan biaya konsumsi energi yang akan membantu efisiensi dan defisit neraca migas nasional.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper