Gara-Gara Virus Corona, 40 Ribu Pesanan Kamar di Bali Dibatalkan

Dampak turunan dari wabah virus corona mulai memberikan dampak terhadap industri pariwisata karena 40.000 pesanan kamar hotel dibatalkan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 07 Februari 2020  |  19:45 WIB
Gara-Gara Virus Corona, 40 Ribu Pesanan Kamar di Bali Dibatalkan
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani (kanan) memberikan keterangan saat jumpa pers terkait isu larangan PNS menggelar rapat di hotel, di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melansir wabah virus corona mulai memberikan dampak negatif terhadap industri pariwisata.

Ketua PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan dampak turunan dari wabah virus corona telah membuat pemesanan kamar hotel dan penerbangan ke Bali dibatalkan. Pembatalan itu terutama berasal dari turis asal China.

"Kami cek di Bali sudah ada 40 ribu pesanan kamar hotel dibatalkan. 20 ribu wisatawan mancanegara batal terbang," katanya di acara Business Gathering yang diadakan oleh Apindo, Kadin, dan Hipmi di Hotel Indonesia, Jumat (7/2/2020).

Dia menuturkan sektor pariwisata Indonesia akan semakin terpukul apabila penyebaran virus Corona terus berlanjut. Terlebih, pemerintah telah memutuskan untuk menyetop semua penerbangan dari dan menuju China. Langkah tersebut diambil seiring langkah Organisasi Kesehatan Dunia yang memutuskan wabah virus corona sebagai darurat kesehatan global.

Kendati industri pariwisata terdampak, Hariyadi bersyukur wabah virus corona merebak pada saat industri dalam siklus low season atau permintaan rendah di awal tahun. Dia berharap dampak virus Corona tidak berlarut-larut dan bisa diselesaikan oleh pemerintah China.

Sejauh ini, wabah virus corona telah memperlambat laju perekonomian China. Sejumlah pabrik otomotif di Hubei juga masih ditutup. Belum lagi penerbangan ke Negeri Panda itu juga banya dibatasi, bahkan dibatalkan.

"Walaupun tidak lebih mematikan dari SARS, penyebaran virus Corona lebih cepat. Kita belum pernah menghadapi situasi seperti ini. Untung sekarang low season, jika lanjut sampai akhir Februari bisa berbahaya," ujar Hariyadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Editor : Rivki Maulana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top