PLN Sambut Baik Rencana Penurunan Harga Gas

Rencana pemerintah menurunkan harga gas iindustri menjadi US$6 MMBtu dinilai menjadi peluang bagi PLN mengurangi penerimaan subsidi dari pemerintah.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  22:42 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Rencana Pemerintah untuk menetapkan harga gas US$6 Million British Thermal Unit (MMBtu) disambut baik oleh PT PLN (Persero)

Vice President Public Relation PT PLN Dwi Suryo Abdullah harga gas sebesar  US$6 MMBtu merupakan harapan pemerintah. 

"Jadi kalau harga gas US$6 MMBtu merupakan keputusan pemerintah tentunya harus dilaksanakan," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (5/2).

Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko R Abumanan mengatakan harga gas PLN tergantung pemerintah. 

"Kami ikut pemerintah," ucapnya. 

Sebelumnya, Direktur Pengadaan Strategis Satu PT PLN Sripeni Inten Cahyani menuturkan saat ini harga gas tertimbang PLN US$8,3 per MMBtu.

"Jika PLN dapat di sertakan dengan harga itu, subsidi listrik pemerintah ke PLN akan sangat berkurang, dan bisa dimanfaatkan untuk membantu sektor lainya," katanya.

Untuk diketahui, sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2016 tentang penetapan harga gas bumi, harga gas industri ditetapkan sebesar US$6 atau sekitar Rp83.784 per MMBtu yang ditargetkan dapat dilaksanakan pada 1 April mendatang. 

Adapun terdapat tujuh sektor industi yang berhak mendapatkan harga gas khusus, yaitu industri pupuk, industri petrokimia, industri oleochemical, industri baja, industri keramik, industri kaca, dan industri sarung tangan karet.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, gas, Harga Gas

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top