Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Impor Hewan Hidup Disetop, Pengusaha Tak Khawatir

Volume importasi hewan maupun produk olahan hewan yang dibutuhkan untuk industri pangan dari China terbilang kecil.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  15:17 WIB
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memberikan keterangan pers mengenai kajian pembatasan impor produk China di Jakarta, Senin (3/1). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto memberikan keterangan pers mengenai kajian pembatasan impor produk China di Jakarta, Senin (3/1). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha menyatakan langkah pemerintah untuk sementara menunda pemasukan hewan hidup dari China tak akan banyak berpengaruh pada operasional industri terkait.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan menyetop impor hewan hidup dari China, sebagai tindak lanjut antisipasi masuknya wabah virus corona ke Indonesia.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Industri Pangan Strategis Juan Permata Adoe mengatakan  importasi hewan maupun produk olahan hewan yang dibutuhkan untuk industri pangan pun terbilang kecil.  

"Untuk impor hewan atau daging hewan seperti bebek, babi, dan sapi olahan jumlahnya kecil dan sedikit sehingga tidak berpengaruh pada industri dalam negeri," katanya  kepada Bisnis, Rabu (5/2/2020).

Adapun berdasarkan data Kemendag, impor hewan hidup asal China tercatat bernilai US$348.000 pada 2018. Impor hewan tersebut mencakup ular, kura-kura, primata, dan sejumlah mamalia.

Di sisi lain, Direktur Kesehatan Hewan Kementan Fadjar Sumping Tjatur Rasa pun memastikan bahwa Indonesia tak mengimpor hewan ternak hidup asal China.

Senada, Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Handito Joewono pun berpendapat pelarangan sementara pemasukan hewan hidup asal China tak akan terlalu memukul kinerja industri makanan dalam negeri.

Dia memperkirakan volume pemasukan kelompok barang yang dilarang berada pada level rendah dan bisa disubtitusi.

"Untuk hewan hidup, saya rasa tidak akan terlalu berdampak ke dalam negeri karena saya kira jumlahnya tak terlalu besar dan pelaku usaha bisa mencari alternatif. Sejauh ini untuk kebutuhan khusus lagi," ujarnya.

Handito pun mengapresiasi langkah pemerintah yang tetap memberi lampu hijau untuk importasi pangan jenis hortikultura yang memang dibutuhkan usaha dalam negeri. Dia menilai langkah antisipatif larangan impor hewan hidup dan izin impor produk pangan non-hewani bisa mengakomodasi keberlanjutan usaha.

"Saya rasa hasil keputusan ratas ini cukup bijak karena menunda sementara impor hewan hidup dan mengizinkan impor bahan baku seperti buah-buahan dan sayur. Saya mengapresiasi langkah ini karena memang virus corona perlu diwaspadai penyebarannya meskipun belum dipastikan apakah bisa menyebar melalui hewan hidup," ujar Handito.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor china kadin virus corona
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top