Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Virus Corona, Pemerintah Aktifkan CIQ. Barang dan Orang dari China Harus Dibatasi

Indonesia mengaktifkan custom immigration quarantine (CIQ) untuk memastikan pembawa virus corona tidak masuk ke Tanah Air.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  20:17 WIB
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate memberikan keterangan saat konferensi pers Komunikasi Publik Penanganan Virus Corona di Jakarta, Senin (3/2). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate memberikan keterangan saat konferensi pers Komunikasi Publik Penanganan Virus Corona di Jakarta, Senin (3/2). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Pengaturan arus barang dan orang dari China akibat virus corona akan memberikan dampak yang luas bagi perekonomian Tanah Air.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan pemerintah harus selektif menerima barang impor maupun wisatawan asal China seiring merebaknya virus Corona.

"China memang mitra bisnis terbesar Indonesia. Jumlah wisatawan yang datang ke sini juga cukup banyak. Mau tak mau [pembatasan] harus dilakukan karena dampaknya lebih besar lagi jika virus Corona sampai masuk ke sini," Faisal ketika dihubungi Bisnis, Senin (3/2/2020).

Indonesia sendiri pernah melakukan pembatasan serupa ketika virus SARS merebak pada 2003 silam. Meski demikian  Faisal menilai penyebaran virus Corona harus mendapat perhatian ekstra karena proses penyebarang sangat cepat dan tak kasat mata.

Lebih lanjut, dia mengatakan pemerintah tidak perlu melakulan langkah ekstrem dengan menyetop importasi semua barang asal China. Menurutnya, pemerintah cukup membuat daftar barang atau komoditas yang berpotensi menjadi media pembawa virus, misalnya bahan pangan dan hewan ternak.

Terkait pariwisata, Faisal mengatakan tugas berat ada di pundak Imigrasi serta Bea Cukai untuk menghalau wisman yang terinfeksi Virus Corona masuk ke Indonesia.

"Saya rasa harus ada pengawasan ketat di pintu masuk utama negara, misalnya Bali, Jakarta, Batam, Medan, dan Manado," ujarnya.

Sementara itu, rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartanto memutuskan Indonesia mengaktifkan custom immigration quarantine (CIQ) untuk memastikan pembawa virus corona tidak masuk ke Tanah Air.

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi yang ikut dalam rapat menyebutkan pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan kantor Imigrasi maupun Karantina untuk membuka pusat bantuan di pintu-pintu masuk negara.

"Tadi diputuskan membuat desk khusus berisi PIC masing-masing lembaga. Malam ini, semua  langsung bergerak. Mudah-mudahan besok sudah bisa jalan efektif," jelasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

imigrasi virus corona
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top