Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Asing Seringkali Kesulitan Cari Mitra Lokal

Menjajaki pasar properti di Indonesia, pengembang properti asing harus dengan cermat mencari mitra kerja sama yang memiliki reputasi baik dan memahami pasar yang dibidik.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  20:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Menjajaki pasar properti di Indonesia, pengembang properti asing harus dengan cermat mencari mitra kerja sama yang memiliki reputasi baik dan memahami pasar yang dibidik.

Hal-hal tersebut dinilai sejumlah pengembang menjadi salah satu kendala untuk terjun ke pasar Indonesia. 

Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara mengatakan pengembang asing umumnya sangat teliti ketika akan bergerak memasuki pasar Indonesia.

"Pengembang asing kebanyakan harus bekerja sama dengan pengembang lokal, jadi mereka juga akan mendengarkan masukan dari pengembang lokal. Meskipun mereka siap, tetapi kemungkinan akan tetap hati-hati pada kondisi perekonomian di Indonesia juga," kata Dani kepada Bisnis, Senin (3/2/2020). 

Dani menilai pengembang asing yang masuk ke Indonesia umumnya mendorong kepercayaan konsumen melalui kerja sama dengan pengembang tepercaya atau memilih lokasi yang bagus seperti di Alam Sutera, Tangerang Selatan.

"Karena tidak semua kerja sama dengan pengembang asing berjalan mulus. Ada yang menghentikan pembangunan karena ternyata penerimaan pasar tidak terlalu bagus, ada permasalahan internal, atau mereka melihat investasinya tidak bisa kembali dengan cepat," jelasnya. 

Menurutnya, konsumen saat ini juga cenderung lebih berhati-hati dalam mencari hunian. Konsumen, imbuhnya, akan mencari hunian yang dibangun oleh pengembang ternama agar keamanannya terjaga.

Tantangan tersebut juga dialami pengembang asal Singapura PT Brewin Mesa Sutera. Presiden Direktur Brewin Mesa Bill Cheng mengatakan bahwa sebagai pengembang asing, harus mencari mana yang sesuai dengan rencana bisnis pengembang. 

“Seperti kami yang ingin membidik pasar kelas atas, harus bekerja sama dengan pengembang besar yang juga memiliki arah yang sama. Sehingga secara lokasi, harga, dan pasar bisa masuk dan tetap dipercaya oleh pembeli maupun investor lokal,” ungkapnya.

Saat ini, Brewin Mesa bekerja sama dengan Alam Sutera membentuk Brewin Mesa Sutera, membeli lahan di Alam Sutera dan membangun di sana. 

Menurut Cheng, dengan memilih berlokasi di Alam Sutera, menjadi lokasi yang tepat lantaran sudah lengkap dengan berbagai fasilitas transportasi umum maupun jalan tol serta fasilitas lain seperti pusat belanja, sekolah, dan rumah sakit.

Sebelumnya, pada awal 2019 lalu pengembang asal Singapura Guoco Land juga menyebut belum masuk ke Indonesia lantaran belum mendapat mitra kerja sama yang sesuai.

Group Managing Director Guoco Land Group Cheng Hsing Yao mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya sudah melihat potensi sektor properti di Indonesia untuk menjadi sasaran ekspansi Guoco Land di Asia Tenggara. 

Namun, Guoco Land mengaku masih dalam pencarian mitra yang tepat di Indonesia karena belum mengetahui seluk beluk pasar Indonesia. Cheng mengaku pihaknya sangat selektif dan cenderung berhati-hati sehingga tidak akan begitu saja memilih pengembang lokal untuk diajak bekerja sama. 

“Kalau ada kesempatan yang terbuka dengan baik, mungkin kami akan mulai masuk ke Indonesia,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti investasi asing
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top