Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandara & Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Diupgrade Rp300 miliar

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembangkan sejumlah infrastruktur transportasi di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Investasi awal Rp300 miliar.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Februari 2020  |  10:45 WIB
Bandara & Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Diupgrade Rp300 miliar
Pemudik dan penumpang reguler kapal cepat tujuan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau bersiap memasuki kapal di dermaga Pelabuhan LLASDP Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Sabtu (17/6). - Antara/Wahdi Septiawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengembangkan sejumlah infrastruktur transportasi di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Investasi awal Rp300 miliar.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, mengungkapkan infrastruktur transportasi yang tengah dikembangkan di salah satu pulau terluar di Indonesia tersebut yaitu Bandara Raja Haji Abdullah dan Pelabuhan Malarko.

“Tanjung Balai Karimun adalah daerah terluar yang sangat strategis berhadapan dengan negara lain [Singapura dan Malaysia]. Oleh karenanya ini menjadi perhatian utama kami,” jelasnya, Minggu (2/2/2020).

Budi Karya mengungkapkan, dibutuhkan biaya sekitar Rp200 miliar untuk pembangunan Pelabuhan dan Rp100 miliar untuk Pembangunan Bandara. Untuk pelabuhan pembiayaan akan dikerjasamakan dengan pemda dan swasta.

Pelabuhan Malarko yang ada di wilayah Tanjung Balai Karimun ini akan dijadikan Pelabuhan Samudera atau pelabuhan yang dapat disinggahi kapal-kapal besar, yang memiliki fasilitas lengkap untuk tempat bongkar muat barang untuk ekspor dan impor, dan dilengkapi dengan gudang.

Lebih lanjut, dia menjelaskan Pelabuhan Malarko yang saat ini masih dikelola oleh Kemenhub nantinya akan dikerjasamakan pengelolaanya dengan BUMD, dan swasta.

Pelabuhan Malarko sudah membangun Causeway sepanjang 800x6 m2, Dermaga 110 x 10 m2, dan fasilitas lainnya.

Sementara itu, terkait Pembangunan Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Menhub menuturkan akan memperpanjang runway hingga 2.000 meter agar pesawat Boeing 737 dapat mendarat. Ditargetkan akhir 2021 sudah selesai dan Menhub akan melaporkannya ke Presiden untuk meresmikannya.


Bandara Raja Haji Abdullah Karimun saat ini mempunyai panjang runway 1400 x 30 meter, apron 75,2 Mx 60 M dan taxiway 70 Mx15 M. Sementara, pertumbuhan penumpang setiap tahunnya naik rata-rata 15 persen -- 20 persen dalam lima tahun ke belakang.


Pengembangan fasilitas di sisi udara yang akan dilakukan meliputi: Pembuatan Turning Area dan Marking, lanjutan pembuatan drainase sisi udara.


Pengembangan fasilitas sisi darat meliputi: Perluasan dan penataan lanscape parkir terminal dan penambahan fasilitas penunjang pelayanan bandara udara juga perpanjangan runway hingga 2000 meter.


Menhub meminta bantuan Pemerintah Daerah untuk membantu menyelesaikan pembebasan lahan baik untuk pengembangan Bandara maupun Pelabuhan.


Dia menyatakan pengembangan Bandara dan Pelabuhan ini nantinya diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di Tanjung Balai Karimun dan sekitarnya, mengingat, Tanjung Balai Karimun merupakan salah satu Kawasan Bebas Perdagangan.


“Karimun ini mempunyai satu potensi yang besar dari industri juga pariwisata dengan penduduk 200.000, saya pikir dalam waktu dekat bisa menjadi 400.000 apabila Malarko ini jadi Pelabuhan Samudera," tutur Menhub.


Saat ini, baru ada penerbangan oleh maskapai Susi Air dengan rute eksisting Tanjung Balai Karimun - Pekan Baru dan Tanjung Balai Karimun-Dabo Singkep.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan bandara
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top