Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Infrastruktur Jalan: Menyeimbangkan Beban Antara Pansela dan Pantura

Peresmian jalan bawah tanah atau underpass Bandara Internasional Yogyakarta menambah kemajuan pembangunan di lintas Pantai Selatan Jawa yang diklaim telah capai 70 persen.
Foto udara kendaraan pemudik dan kereta api melintas di Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2019). Pada H-4 Lebaran arus lalu lintas di jalur selatan Lingkar Gentor terpantau ramai lancar./ANTARA - M Agung Rajasa
Foto udara kendaraan pemudik dan kereta api melintas di Jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (1/6/2019). Pada H-4 Lebaran arus lalu lintas di jalur selatan Lingkar Gentor terpantau ramai lancar./ANTARA - M Agung Rajasa
 
"Hati-hati, 40 km per jam. Nyalakan lampu."
Himbauan dari suara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di jalan bawah tanah atau underpass Yogyakarta International Airport ini menjadi daya tarik tersendiri. Hal ini juga sempat undang penasaran Presiden Joko Widodo yang meresmikan infrastruktur anyar ini pada pekan lalu.
 
Lebih menarik lagi soal jalan bawah tanah ini yaitu kehadirannya sebagai bagian dari Jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela) dan bandara baru YIA.
 
Ada rencana besar dari hal ini. Presiden Joko Widodo berharap pariwisata di daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dapat terdongkrak seiring dengan hadirnya fasilitas infrastruktur seperti bandara dan jalan. Lebih jauh lagi, yaitu rencana konektivitas dan pengembangan ekonomi di Pulau Jawa.
 
"Ini kan kita tidak berbicara hanya sekarang. Ini berbicara plan ke depan di Pulau Jawa ini akan seperti apa," kata Jokowi dalam acara peresmian underpass Bandara YIA di Kabupaten Kulonprogo, Jumat (31/1/2020).
 
Lewat infrastruktur bandara baru YIA yang akan beroperasional Maret 2020 ini dengan ditunjang kemampuan slot penerbangan yang semakin banyak di Kulonprogo, Presiden meyakini dapat mendorong peningkatan turis ke lokasi ini.
 
"Bisa double, bisa triple, karena bandaranya juga sangat besar sehingga ada pilihan-pilihan bagi penerbangan jarak jauh, untuk turun langsung di Yogyakarta," katanya.
 
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan terdapat banyak potensi wisata yang bisa dikembangkan di daerah Provinsi DIY dan sekitarnya.
 
"Cuma dulu belum ada akses, sekarang akan dipermudah jadi punya potensi untuk memperluas titik wisata," katanya.
 
Di sisi lain, keberadaan underpass YIA yang persis di bawah Bandara Internasional Yogyakarta dibangun karena konstruksi bandara yang baru itu sempat memutus jalur Pantai Selatan Jawa (Pansela). Oleh sebab itu, Kementerian PUPR membangun jalan bawah tanah tersebut dengan tujuan sistem jaringan Pansela ini tetap masih ada.
 
"Dengan underpass ini maka jalan Pansela yang di atasnya ada runway tetap bisa berfungsi," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
 
Pemerintah memang berupaya meningkatkan konektivitas di Pantai Selatan Jawa guna mengurangi kesenjangan dengan Pantai Utara Jawa atau pantura. 
 
Peresmian jalan bawah tanah atau underpass Bandara Internasional Yogyakarta ini juga menambah kemajuan pembangunan di lintas Pantai Selatan Jawa yang diklaim telah capai 70 persen. Targetnya, jalan di lintas pansela bisa tersambung seluruhnya pada 2024.
 
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan jalan bawah tanah YIA merupakan bagian dari segmen ruas jalan di kawasan pantai selatan (Pansela) yang diharapkan dapat menyeimbangkan dengan Pantura nantinya.
 
Pihaknya menekankan bahwa pengembangan Pansela bukan berarti untuk membuatnya agar menjadi saingan dengan Pantura, melainkan untuk keseimbangan pola lalu lintas untuk mengatasi kepadatan di tahun-tahun yang akan datang dan pilihan bagi masyarakat.
 
"Suatu saat bila pertumbuhan wilayah dan pengembangan ada di selatan, sesuai dengan karakter daerahnya, pansela bisa jadi bagian dari semacam non tol road tourism," ujarnya.
 
Data Kementerian PUPR, koridor Lintas Pansela meliputi lima provinsi yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur dengan total panjang mencapai 1.595 kilometer.
 
Pamor Jalur Pantai Selatan Jawa yang menyimpan keindahan alam sebagai destinasi potensi wisata memang perlu ditingkatkan. Pantura memang telah lebih lama ada sejak zaman kolonial dan jadi yang utama, namun bukan satu-satunya potensi yang ada.
 
Harapan untuk meningkatkan ekonomi dan pariwisata daerah selatan Jawa mungkin saja terwujud. Tentu perlu upaya yang nyata termasuk lewat kelengkapan infrastruktur dan promosi wisata yang tepat. Bukan tidak mungkin nantinya, Pansela akan semeriah Pantura. Semoga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Agne Yasa
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper