Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

64 Produk Indonesia Bakal Dipamerkan di Ambiente 2020, Jerman

Dian Indrianty, Director Official Representative of Messe Frankfurt for Indonesia, mengatakan jumlah peserta pameran Ambiente 2020 sebanyak 4.460 yang terdiri dari 92 negara. Dari jumlah itu, sekitar 85 persen peserta berasal dari negara di luar Jerman.
Nurbaiti
Nurbaiti - Bisnis.com 01 Februari 2020  |  13:06 WIB
Situasi pemaran Ambiente - ambiente.messefrankfurt.com
Situasi pemaran Ambiente - ambiente.messefrankfurt.com

Bisnis.com, JAKARTA — Sebanyak 64 perusahaan Indonesia berkesempatan menyusuri serta memperluas jangkauannya di pasar global, dengan partisipasinya sebagai peserta dalam pameran consumer goods berskala internasional, Ambiente 2020.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pameran Ambiente 2020 kembali digelar di Messe Frankfurt, Jerman, mulai Jumat (7/2/2020) hingga Selasa (11/2/2020). Setiap tahunnya, ajang tersebut mampu menarik ratusan pengunjung dari berbagai negara.

Pada tahun ini, tak hanya perusahaan-perusahaan besar yang ikut andil sebagai peserta pameran Ambiente, tetapi juga ada sejumlah kelompok usaha kecil menengah.

Selain Kedaung Setia Industrial Ltd. Tbk., dari Surabaya yang sudah berpengalaman, ada juga PT Sango Ceramics Indonesia dari Semarang, PT Kedaung Oriental Porcelain Industry dari Tangerang, PT Haeng Nam Sejahtera Indonesia dari Bogor, Studio Dapur dari Bandung, CV Nuansa Kayu Bekas dari Karanganyar, Batu Inbali dari Denpasar, PT Umbara Prasia dari Sidoarjo, dan banyak lagi perusahaan lainnya.

Melanjutkan kesuksesan di tahun-tahun sebelumnya, pameran Ambiente 2020 tetap akan dibagi dalam tiga segmen, yakni dining, living, dan giving.

Segmen dining menyajikan berbagai produk perlengkapan dapur dan peralatan rumah tangga, hingga furnitur yang terkait. Sementara itu, segmen living menyajikan berbagai kebutuhan interior, seperti furnitur, aksesori ruangan, dan dekorasi. Di sisi lain, segmen giving menyajikan barang-barang hadiah dan souvenir.

Dari Berbagai Negara

Dian Indrianty, Director Official Representative of Messe Frankfurt for Indonesia, mengatakan jumlah peserta pameran Ambiente 2020 sebanyak 4.460 yang terdiri dari 92 negara. Dari jumlah itu, sekitar 85 persen peserta berasal dari negara di luar Jerman.

Sementara itu, peserta dari Indonesia sebanyak 64 perusahaan, termasuk delapan peserta yang disubsidi/paviliun Ditjen IKM, Kementerian Perindustrian.

Dari 64 peserta Indonesia, sekitar 69 persen berada di segmen living dan giving, sedangkan sisanya 31 persen di segmen dining. Beberapa produk Indonesia yang akan unjuk gigi pada pameran kali ini, antara lain merek Mohoi, Maspion, Claris, Sango Ceramics, Kedaung, dan beberapa lainnya yang mewakili Indonesia.

Bila dibandingkan dengan jumlah peserta Indonesia pada Ambiente 2019 yang mencapai 69 perusahaan, pada tahun ini memang lebih sedikit. “Ada beberapa faktor yang membuat jumlah peserta dari Indonesia tahun ini lebih sedikit, biasanya internal perusahaan, ekonomi global, dan faktor lain seperti Chinese New Year,” tuturnya kepada Bisnis, Jumat (31/1)

Dengan partisipasi peserta Indonesia pada pameran Ambiente tahun ini, tentunya diharapkan bisa semakin memperluas jangkauan pasar produk-produk Indonesia. Apalagi, selama ini sudah banyak kontrak bisnis yang tercipta dari acara pameran Ambiente.

“Selama lima hari pameran tahun lalu, total nilai transaksi mencapai US$1,56 juta. Ini mengacu ke transaksi 8 peserta yang disubsidi Kemenperin, bukan seluruh peserta Indonesia. Untuk peserta mandiri sulit mendapatkan data transaksinya,” tutur Dian.

Berdasarkan data yang dikutip dari Messe Frankfurt, Market Research 2019, pada tahun lalu saja, ada sekitar 136.081 pengunjung dari 167 negara yang datang ke tempat ini. Dari jumlah itu, hanya 43 persen atau 58.097 pengunjung yang berasal dari Jerman. Sementara itu, sekitar 57 persen atau 77.984 pengunjung berasal dari luar Jerman.

Dian menjelaskan jumlah peserta pameran pada tahun lalu sebanyak 4.460 dari 92 negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 85 persen-nya berasal dari negara di luar Jerman.

Khusus peserta pameran dari Indonesia, kata Dian, jumlahnya mencapai 69 perusahaan, termasuk 8 perusahaan yang disubsidi/paviliun Ditjen IKM, Kementerian Perindustrian, 4 disubsidi Atase Perdangan, KBRI Berlin, dan 3 peserta undangan kompetisi desain TALENTS.

Italia Paling Banyak

Bila diurutkan dalam 10 negara teratas, pengunjung dari Italia menduduki peringkat pertama yang paling banyak menghadiri pameran tersebut. Kemudian, disusul oleh China, Prancis, Britania Raya, Belanda, Spanyol, Amerika Serikat, Swiss, Korea Selatan, dan Turki.

Dari sisi sektor ekonomi, sekitar 39 persen pengunjung Ambiente 2019 berasal dari sektor ritel, 22 persen dari perdagangan besar, dan lainnya 39 persen dari sektor jasa dan industri manufaktur.

Dari Kawasan Ekonomi, pengunjung Ambiente 2019 terdiri dari Uni Eropa 49 persen, Asia 26 persen, Eropa lainnya 12 persen, Amerika 9 persen, dan kawasan lainnya 4 persen. Respons pengunjung maupun peserta terhadap pameran Ambiente pun sangat bagus, yakni sekitar 57 persen sangat puas dan 38 persen puas. Hanya sekitar 5 persen yang menyatakan kurang puas.

“Ambiente adalah pusat utama dari seluruh industri barang konsumen. Kami berencana untuk memperluas Dining, sehingga aula HoReCa [hotel, restaurant, catering] akan menjadi tempat yang sempurna bagi para pembuat keputusan nasional dan internasional di segmen perhotelan," kata Nicolette Naumann, Wakil Presiden Ambiente, melalui keterangan resminya.

Semoga saja, produk-produk Indonesia yang nantinya dipamerkan pada Ambiente 2020 juga berhasil memikat mata dan hati pengunjung yang datang dari berbagai negara tersebut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pameran perdagangan pameran dagang
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top