Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SKK Migas Genjot Transformasi dan Inovasi

SKK Migas mendukung implementasi teknologi mutakhir untuk kegiatan operasi migas seiring tantangan industri 4.0.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  18:55 WIB
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (ketiga kanan) didampingi jajaran pejabat SKK Migas menyampaikan keterangan pers capaian kinerja hulu migas 2018 dan target 2019 di Jakarta, Rabu (16/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (ketiga kanan) didampingi jajaran pejabat SKK Migas menyampaikan keterangan pers capaian kinerja hulu migas 2018 dan target 2019 di Jakarta, Rabu (16/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - SKK Migas terus menggenjot transformasi dan inovasi untuk beradaptasi pada perkembangan teknologi, big data, dan industri era 4.0 yang mengubah wajah dan bisnis di Indonesia.

SKK Migas mendukung implementasi teknologi mutakhir untuk kegiatan operasi migas seiring tantangan industri 4.0.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto Dwi Soetjipto mengatakan bauran energi nasional pada 2018 migas sebesar 63.1 persen menjadi 44 persen  pada 2050.

Dia menuturkan bahwa secara persentase, jumlah itu tercatat berkurang, tetapi secara jumlah kebutuhan minyak dan gas terus naik dan pada 2050 kebutuhanya diprediksi meningkat lebih dari dua kali lipat kebutuhan di tahun 2018. 

"Indonesia memiliki sekitar 128 cekungan yang mingandung minyak dan gas, namun baru 20 cekungan yang sudah berproduksi, 35 cekungan eksplorasi, dan 73 cekungan masing menunggu untuk di eksplorasi," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (31/1/2019).

Untuk mengeksplorasi dan mengembangkan cekungan tersebut, serta merealisasikan visi bersama target produksi minyak 1 juta BOPD di tahun 2030, SKK Migas melakukan transformasi dan inovasi untuk mewujudkan operational excellence, dan menempatkan teknologi sebagai salah satu pilar transformasi hulu migas.

Adapun strategi yang dicanangkan terdiri atas 5 prioritas yakni clear vision, organization as center of excellent, on door service policy, commercialization, and digitalization.

Untuk digitalization yaitu mendigitaliasi semua perkerjaan mulai dari monitoring produksi jarak jauh dengan platform keputusan cerdas berbasis data.

"Dengan digitalisasi diharapkan dapat mendukung upaya SKK Migas meningkatkan produksi migas," jelasnya. 

Adapun strategi SKK Migas dalam meningkatkan produksi migas nasional terdiri atas empat fokus yaitu yang pertama mempertahankan tingkat produksi existing tetap tinggi.

Kedua, transformasi sumberdaya ke cadangan. Ketiga mempercepat chemical EOR dan yang terakhir adalah eksplorasi untuk penemuan besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

skk migas
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top