Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PLN : Biaya Produksi Pembangkit Energi Terbarukan Makin Murah

Biaya produksi pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia semakin kompetitif dibandingkan dengan pembangkit fosil.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  14:55 WIB
Energi terbarukan - Istimewa
Energi terbarukan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Biaya produksi pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia semakin kompetitif dibandingkan dengan pembangkit fosil.

Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mencontohkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Terapung Cirata berkapasitas 145 MW memiliki biaya pokok produksi (BPP) sebesar US$5,8 sen per kWh. Padahal sebelumnya, BPP PLTS berkisar US$10 sen per kWh hingga US$11 sen per kWh.

Adapun pembangkit yang memiliki nilai investasi total US$129 juta tersebut merupakan kerja sama antara PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), anak usaha PLN, dan Masdar, perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA).

Setidaknya, PLN menarget pada 2020 akhir atau 2021 awal PLTS Terapung Cirata unit I berkapasitas 50 MW akan dapat beroperasi komersial (commercial operation date/COD). Sementara itu, pembangkit tersebut akan beroperasi penuh dengan kapasitas total 145 MW pada 2022.

Harga beli listrik PLN ke pembangkit yang sebesar US$5,8 per kWh ditetapkan untuk produksi selama 25 tahun.

Menurutnya, BPP PLTS tersebut mengalahkan biaya produksi pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Muara Karang, PLTGU Muara Tawar, dan PLTGU Priok.

"Dulu ada dikotomi EBT mahal, fosil murah. Manusia inovasi terus, kita tidak menyerah. day by day kita akan mengurangi biaya EBT," katanya, Kamis (23/1).

Dia mencontohkan China saat ini mulai masif melakukan pengembangan pembangkit EBT. Sebelumnya, pada 2009, pembangkit fosil mendominasi pembangkit listrik di China karena menghasilkan listrik yang murah sehingga mampu menggerakkan perekonomian.

Dalam perkembangannya, China kemudian mengembangkan pembangkit angin dan matahari. Bahkan, teknologi pembangkit EBT China saat ini telah mendominasi pasar dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN energi terbarukan
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top