Didemo Pengemudi Ojek Online, Ini yang Dilakukan Kemenhub

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan tarif atau biaya jasa memang seharusnya dilakukan evaluasi setiap 3 bulanan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  17:00 WIB
Didemo Pengemudi Ojek Online, Ini yang Dilakukan Kemenhub
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di dekat Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Kamis (11/7/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan mengonfirmasi tengah melakukan evaluasi tarif atau biaya jasa ojek online pascademonstrasi para pengemudi ojek daring pada Rabu (15/1/2020).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan tarif atau biaya jasa memang seharusnya dilakukan evaluasi setiap 3 bulanan.

"Evaluasi itu bisa naik, turun atau tetap, tuntutannya selain besarannya disesuaikan minta kewenangan itu diberikan kepada daerah, kepada gubernur yang menentukan tarif, alasannya masuk akal juga sih, secara geografis, daerah kita per kota kabupaten beda-beda," jelasnya, Rabu (15/1/2020) malam.

Dari tuntutan para pendemo, menurutnya, jalan di setiap daerah berbeda-beda ada yang memang sudah baik ada pula yang buruk dan menjadi medan yang cukup berat.

Adapun, saat ini biaya jasa ojek online sudah terbagi atas tiga zona, Sumatra, Jawa dan Bali; Jabodetabek; dan Indonesia Timur.

"Maunya mereka bagaimana kalau tarif itu selain besarannya dievaluasi kembali kewenangannya juga diserahkan ke gubernur dan gubernur juga menyerahkannya kembali ke kabupaten kota, sehingga nanti tarif bisa menyesuaikan dengan kondisi di daerah," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, Ojek Online

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top