Kembangkan Destinasi Super Prioritas, Pemerintah Siapkan Lebih dari Rp10 Triliun

Pemerintah menyiapkan anggaran senilai lebih dari Rp10 triliun untuk pengembangan lima destinasi super prioritas, yakni Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Likupang, dan Mandalika pada 2020.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  17:25 WIB
Kembangkan Destinasi Super Prioritas, Pemerintah Siapkan Lebih dari Rp10 Triliun
Sejumlah kapal siap bersandar di Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menyiapkan anggaran senilai lebih dari Rp10 triliun untuk pengembangan lima destinasi super prioritas, yakni Borobudur, Danau Toba, Labuan Bajo, Likupang, dan Mandalika pada 2020.

Nilai anggaran pengembangan destinasi super prioritas itu terdiri dari anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp8,8 triliun, Kementerian Perhubungan Rp2,95 triliun, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Rp5,27 triliun.

Asisten Deputi Investasi Pariwisata Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Hengky Manurung menuturkan besaran anggaran dan pengembangan itu diharapkan bisa meningkatkan sektor pariwisata pada tahun ini.

“Sudah pasti kami kejar yang namanya penyelesaian infrastruktur 2020, khususnya untuk lima destinasi super prioritas itu. Itu janji presiden dan ke semua kementerian dan lembaga. Jadi, hampir Rp11 triliun khusus untuk membangun infrastruktur dan tidak hanya jalan saja, kami juga harus berpikir perlu ada rumah sakit,” kata Hengky, Kamis (16/1/2020).

Selain itu, imbuhnya, di destinasi tersebut perlu juga dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait program vokasi untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM). Pasalnya, kualitas SDM merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan sektor pariwisata dalam negeri.

Di sisi lain, Hengky mengatakan pihaknya juga menyiapkan sejumlah produk wisata di destinasi tersebut agar wisatawan yang datang, khususnya wisatawan asing, bisa tinggal lebih lama di Indonesia.

“Contoh produknya seperti di Toba, misalnya, turis asing bisa melihat cara bagaimana membuat ulos atau bisa adventure berwisata di Toba sehingga hal-hal itu yang bisa membuat mereka lebih lama lagi untuk tinggal.”

Dia mengungkapkan pemasaran untuk lima destinasi super prioritas itu sebetulnya sudah mulai digencarkan sejak 1 Januari lalu.

“Dari 1 Januari sudah digencarkan semua secara digital karena sekarang kan sudah pakai digital semua [termasuk sosial media]. Kami juga mengikuti semua trade show untuk tourism seperti di Berlin, nanti, dan itu akan dijadwalkan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, kemenparekraf

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top