Beras dan Rokok Masih Jadi Penyumbang Kemiskinan

Garis Kemiskinan (GK) adalah nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan non makanan agar tidak dikategorikan miskin. Komponen GK adalah Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  13:03 WIB
Beras dan Rokok Masih Jadi Penyumbang Kemiskinan
Pedagang menata beras di Pasar Tradisional Pinasungkulan, Manado, Sulawesi Utara, Senin (29/4/2019). - ANTARA/Adwit B Pramono

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut jumlah penduduk miskin pada September 2019 sebanyak 24,79 juta orang masih dipicu oleh sejumlah komoditas khususnya beras dan rokok.

Garis Kemiskinan (GK) adalah nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan non makanan agar tidak dikategorikan miskin. Komponen GK adalah Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM).

Adapun GK pada September 2019 adalah Rp440.538 per kapita per bulan. Jika dibandingkan dengan Maret 2019, GK naik 3,60% dan jika dibandingkan dengan September 2018 juga masih naik 7,27%.

Secara lebih teperinci, komoditi makanan masih memberikan sumbangan terbesar pada pencatatan GK baik di perkotaan maupun di pedesaan. Dua komoditas terbesar misalnya besar dengan sumbangan 20,35% di perkotaan, dan 25,82% di pedesaan.

Sementara itu, untuk rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua setelah beras dengan persentase 11,17% di perkotaan, dan 10,37% di pedesaan.

Komoditi lain yang menyumbang adalah telur ayam ras sebesar 4,44% di perkotaan dan 3,47% di pedesaan. Disusul komoditas daging ayam ras 4,07% di perkotaan dan 2,48% di pedesaan.

Sementara itu untuk komoditi bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK di perkotaan dan pedesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemiskinan

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top