Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

David Calhoun Pimpin Boeing Bangkit dari Tragedi 737 MAX

Kepala Eksekutif Boeing yang baru, David Calhoun, memulai jabatannya pada Senin (13/1/2020), saat perusahaan Amerika Serikat pembuat pesawat itu bergelut untuk bangkit dari tragedi dua pesawat 737 MAX yang jatuh hingga menewaskan 346 orang.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  10:08 WIB
Kepala Eksekutif Boeing yang baru, David Calhoun (tengah). - Reuters
Kepala Eksekutif Boeing yang baru, David Calhoun (tengah). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Eksekutif Boeing yang baru, David Calhoun, memulai jabatannya pada Senin (13/1/2020), saat perusahaan Amerika Serikat pembuat pesawat itu bergelut untuk bangkit dari tragedi dua pesawat 737 MAX yang jatuh hingga menewaskan 346 orang.

Peristiwa yang menimpa kedua jet dalam kurun lima bulan itu menyebabkan pesawat jenis 737 MAX pada Maret 2019 dilarang terbang di seluruh dunia.

Calhoun, 62 tahun, telah sekian lama menjabat sebagai direktur Boeing. Dia pada Oktober tahun lalu disebut-sebut sebagai pemimpin Boeing setelah dewan direktur memecat Dennis Muilenburg dari jabatan kepala eksekutif.

Calhoun dinyatakan sebagai kepala eksekutif yang baru pada 23 Desember 2019 setelah Muilenburg dipecat di tengah kekhawatiran menyangkut hubungan perusahaan itu dengan badan-badan pengatur penerbangan serta penanganan Boeing soal MAX.

Boeing memperkirakan bahwa hingga saat ini pelarangan terbang pesawat-pesawat MAX telah menimbulkan kerugian senilai lebih dari 9 miliar dolar AS (sekitar Rp123 triliun).

Boeing menghadapi peningkatan biaya akibat penghentian produksi MAX bulan ini, pemberian kompensasi bagi penerbangan yang merugi serta bantuan bagi jaringan pasokannya.

Seorang karyawan bekerja di sebuah pesawat udara Boeing 737 Max di Bandara Kota Renton di Renton, Washington, Amerika Serikat, Jumat (10/1/ 2020).

Calhoun, yang lama menjabat sebagai eksekutif kelompok ekuitas swasta Blackstone serta manajer krisis perusahaan, sudah mulai menjalankan upaya untuk memperbaiki hubungan perusahaan dengan para badan pengatur penerbangan, maskapai penerbangan serta anggota parlemen. Ia sebelumnya mengepalai sebuah divisi General Electric, yang mencakup mesin pesawat.

Reuters telah melaporkan bahwa badan AS pengatur penerbangan, FAA, diperkirakan belum akan menyetujui MAX kembali terbang setidaknya sampai Februari dan kemungkinan Maret atau setelahnya.

Maskapai-maskapai penerbangan AS sudah membatalkan penerbangan dengan MAX hingga awal April atau setelahnya.


 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boeing boeing 737

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top