Sri Mulyani Bakal Tambah Dana Alokasi Umum

Tahun anggaran 2020, Kementerian Keuangan berencana memberikan tambahan Dana Alokasi Umum atau DAU. Hal itu sebagai salah satu strategi untuk menyeimbangkan penghasilan tetap perangkat desa mengacu pada upah minimum regional.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  23:27 WIB
Sri Mulyani Bakal Tambah Dana Alokasi Umum
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat memaparkan kinerja APBN KITA Edisi November 2019 di Jakarta, Kamis (19/12 - 2019). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tahun anggaran 2020, Kementerian Keuangan berencana memberikan tambahan Dana Alokasi Umum atau DAU. Hal itu sebagai salah satu strategi untuk menyeimbangkan penghasilan tetap perangkat desa mengacu pada upah minimum regional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan DAU tambahan tahun ini sebesar Rp 8,38 triliun atau naik Rp 5,38 triliun dari tahun sebelumnya. Dia merinci dana tersebut terdiri dari bantuan kelurahan Rp 3 triliun, bantuan SILTAP Rp 1,12 triliun, dan bantuan PPPK Rp 4,26 triliun.

Sri Mulyani melihat sistem penggajian aparatur sipil negara di daerah tidak seimbang. Apalagi, selama ini Pemerintah Daerah juga banyak merekrut banyak pegawa, termasuk PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Semetara, uang pensiun mereka ditanggung seluruhnya oleh pemerintah pusat.

"Nanti lama-lama belanja pemerintah pusat makin besar untuk pensiun. Sementara pemerintah daerah merekrut hanya untuk membayar," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah di Kompleks Parlemen, Selasa(14/1/ 2020).

Melalui Rapat Kerja bersama dengan DDP, pihaknya berharap dapat menghadirkan solusi yang tepat untuk menyeimbangkan penghasilan tetap bagi ASN tersebut. Dia menilai, selama ini menjadi kendala karakteristik daerah yang sangat bervariasi, berikut juga dengan kemampuan perekonomiannya.

"Kami berharap dengan Komite IV DPD kita bisa berpikir bersama bagaimana untuk membuat keseimbangan yang semakin baik," tutur Sri Mulyani.

Kendati begitu, dia mengakui memang tidak mudah untuk menyeimbangman pendapatan di semua daerah. Sehingga, dalam setiap aturan yang dibuat masih ada beberapa pihak yang merasa tidak puas terhadap pihak yang terdampak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sri mulyani

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top