Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selama Natal dan Tahun Baru Konsumsi Pertaseries dan Dexseries Meningkat

PT Pertamina (Persero) menyatakan konsumsi bahan bakar minyak segmen Pertaseries dan Dexseries mengalami peningkatan selama periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 11 Januari 2020  |  13:13 WIB
Petugas melayani pembelian bahan bakar minyak di salah satu SPBU di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Petugas melayani pembelian bahan bakar minyak di salah satu SPBU di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pertamina (Persero) menyatakan konsumsi bahan bakar minyak segmen Pertaseries dan Dexseries mengalami peningkatan selama periode Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, selama masa tugas Satgas Nataru tersebut, penjualan produk BBM unggulan Pertamina tercatat mengalami kenaikan konsumsi baik Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo (Pertaseries), maupun Dexlite dan Pertamina Dex (Dexseries).

Menurut Fajriyah produk Pertaseries meningkat hingga 10 persen dan untuk produk Dexseries meningkat hingga 15,8 persen.

“Selama liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Satgas mencatat konsumsi BBM berkualitas dan ramah lingkungan lebih banyak diminati konsumen, karena sangat mendukung performa kendaraan terutama untuk perjalanan jauh,” tutur Fajriyah dalam keterangan resmi, Sabtu (11/1/2020).

Sementara itu, untuk layanan LPG, Pertamina telah menyiagakan 638 SPPBE, 3.264 agen dan 32.258 Pangkalan Siaga. Sebanding dengan layanannya,  LPG NPSO khususnya Bright Gas 5,5 kg mengalami peningkatan konsumsi hingga 15 persen, dan PSO meningkat 5 persen dari rata-rata harian masa normal.

Fajriyah menambahkan kenaikan konsumsi Bright Gas 5,5 kg memperlihatkan bahwa pengguna gas LPG saat ini sudah mulai banyak beralih ke produk tidak bersubsidi.

“Selain itu, Bright Gas juga sudah dilengkapi segel hologram, sehingga isinya lebih terjamin dan konsumen bisa langsung mengetahui apakah tabung Elpiji tersebut asli atau tidak,” ungkapnya.

Selama masa Satgas tersebut, penjualan Avtur mengalami penurunan sebesar 1,04 persen dari rata-rata normal hariannya. Penurunan ini, lanjut Fajriyah, karena masyarakat lebih banyak memilih menggunakan jalur tol baik di Jawa maupun Sumatra. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konsumsi bbm
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top