Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Angkutan Udara Perintis Libatkan 22 Koordinator Wilayah

Kementerian Perhubungan mengumumkan terdapat 22 koordinator wilayah yang ikut serta dalam program angkutan udara perintis pada 2020.
Pesawat Susi Air terparkir di Bandara Andi Jemma, Masamba Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (11/1/2019)./Bisnis-Paulus Tandi Bone
Pesawat Susi Air terparkir di Bandara Andi Jemma, Masamba Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (11/1/2019)./Bisnis-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mengumumkan terdapat 22 koordinator wilayah yang ikut serta dalam program angkutan udara perintis pada 2020.

Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi mengatakan pada Desember 2019, tiga korwil yakni Nabire, Sumenep, dan Korwil Timika telah menandatangani kontrak, sedangkan Korwil Wamena telah menandatangani kontrak pada 3 Januari 2020.

"Sesuai agenda, pada hari ini telah dilakukan penandatangan kontrak oleh 14 korwil," kata Kristi, Kamis (9/1/2020).

Dia menjelaskan 14 korwil tersebut antara lain Tarakan, Gunung Sitoli, Dabo Singkep, Dekai, Manokwari, Kuala Pembuang, Samarinda, Langgur, Sorong, Masamba, Timika, Ternate, Tanah Merah, dan Merauke. 

Adapun, empat korwil lainnya akan menandatanganani kontrak pada pekan ketiga Januari 2020, yaitu Korwil Masamba, Sinabang, Elelim, dan Waingapu.

Secara persentase, imbuhnya, sampai dengan 9 Januari 2020 sudah dilakukan penandatanganan kontrak sebesar 82 persen korwil dan 18 persen akan dilakukan penandatanganan kontrak pada pertengahan Januari 2020.

Kristi menuturkan program tersebut berdasarkan Perpres No. 70/2017 tentang Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang dari dan ke Daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan.

Pihaknya menuturkan persiapan lelang sudah dilakukan sejak November - Desember 2019 melalui koordinasi dengan Biro Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara (LPPBMN) Kemenhub. Selain itu, melibatkan Inspektur Jenderal Kemenhub  guna melakukan kajian anggaran. 

"Kami juga melakukan sosialisasi guna mendorong maskapai tidak berjadwal untuk ikut serta dan aktif dalam tender," ujarnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper