Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengusaha Sudan Kunjungi Pabrik PT Inka

Pengusaha yang tergabung dalam Persatuan Insinyur Sudan mengunjungi pabrik PT INKA di Madiun, Jawa Timur. Para pengusaha melihat secara langsung fasilitas dan produk kereta api buatan Indonesia.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  17:46 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan kereta Light Rail Transit (LRT) di PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019). - ANTARA/Siswowidodo
Pekerja menyelesaikan pembuatan kereta Light Rail Transit (LRT) di PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019). - ANTARA/Siswowidodo
Bisnis.com, JAKARTA -- Pengusaha yang tergabung dalam Persatuan Insinyur Sudan mengunjungi pabrik PT Industri Kereta Api (Persero) (Inka) di Madiun, Jawa Timur. Para pengusaha melihat secara langsung fasilitas dan produk kereta api buatan Indonesia.
 
Didampingi Direktur Utama Inka Budi Noviantoro, para pengusaha melakukan plant tour dan mengunjungi workshop AC untuk gerbong-gerbong kereta yang diproduksi Inka. 
 
“Kereta produksi PT Inka bagus, akan sangat cocok untuk iklim Sudan. Saat ini, kereta-kereta yang ada di Sudan harus diperbaharui," tutur salah satu pengusaha yang mengunjungi pabrik Inka seperti dikutip siaran pers KBRI Khartoum, Jumat (10/1/2020).
 
Pada akhir kunjungan, kedua belah pihak membuat kesepakatan informal untuk terus menggali potensi kerja sama peremajaan sektor perkeretaapian di Sudan. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan para pengusaha Sudan dengan Dirut Inka yang difasilitasi oleh KBRI Khartoum di Jakarta pada 7 Januari 2020. 
 
KBRI berharap komunikasi intensif dengan pengusaha Sudan akan semakin membuka peluang kerja sama antara RI-Sudan, khususnya di bidang pembangunan infrastruktur perekonomian. 
 
Sebelumnya, Inka dalam siaran pers menyatakan telah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Perhubungan, Jalan, dan Jembatan Sudan tentang rencana revitalisasi transportasi KA di Sudan. 
 
Adapun kebutuhan investasi Sudan hingga 2029 cukup besar karena akan melakukan revitalisasi secara masif, seperti perbaruan armada KA Sudan secara bertahap yang saat ini berjumlah 60 kereta lokomotif dan lebih dari 2.800 kereta penumpang. Selain itu, revitalisasi juga mencakup perbaruan dan pembangunan jalur KA Sudan yang panjangnya lebih dari 8.000 km.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kereta api pt inka
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top