Ini Kendala Penyaluran BBM di Kawasan Timur Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di beberapa kawasan timur Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala. 
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 08 Januari 2020  |  17:41 WIB
Ini Kendala Penyaluran BBM di Kawasan Timur Indonesia
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di beberapa kawasan timur Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala. 

Komite BPH Migas Henry Achmad mengatakan pengiriman BBM masih banyak yang menggunakan kapal kayu, sehingga sering terjadi keterlambatan ketika cuaca buruk datang.

"Beberapa titik di Indonesia timur, pengiriman BBM masih dipasok dengan kapal kayu, tidak kapal besi," katanya, Rabu (8/1/2020).

Hal inilah yang menyebabkan keterlambatan pasokan BBM di beberapa daerah. Selain itu, Henry menyebut keterlambatan penyaluran juga bisa terjadi di daerah yang pasokan BBM-nya datang langsung dari terminal BBM (TBBM).

"Kalau kapalnya terlambat, pemenuhan kebutuhan terhambat," tambahnya.

Selain soal kesulitan penyaluran, BPH Migas juga sudah mengidentifikasi kesulitan penyaluran di daerah yang berpotensi bencana alam seperti banjir dan longsor.

Henry mengatakan, jika terjadi hambatan distribusi BBM akibat bencana seperti tanah longsor dan jalan terputus, ‎maka sumber pasokan BBM dialihkan ke titik pasok lain yang berdekatan.

"Sebagai contoh, dari Plumpang ada gangguan, kami ambil dari Cikampek. Yang penting koordinasi," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bph migas, BBM

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top