Gradana Tawarkan Pinjaman 0 Persen bagi Warga Terdampak Banjir

Program renovasi khusus korban banjir berlaku hingga 31 Januari 2020 dan dikhususkan untuk pemilik properti yang berdomisili di kawasan Jabodetabek.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 06 Januari 2020  |  18:04 WIB
Gradana Tawarkan Pinjaman 0 Persen bagi Warga Terdampak Banjir
Warga membersihkan sisa lumpur pasca banjir yang merendam kawasan Pondok Gede Permai, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (2/1/2020). - ANTARA /Risky Andrianto

Bisnis.com, JAKARTA — Gradana perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pinjam-meminjam langsung khusus properti bekerja sama dengan RenovAsik menawarkan program bunga 0 persen untuk masyarakat terdampak banjir yang ingin merenovasi rumahnya.

Angela Oetama, Co-Founder Gradana, mengatakan bahwa dampak banjir yang menerjang wilayah Jadetabek berakibat pada rusaknya bangunan-bangunan dan aset properti seperti rumah, warung, dan kios.

“Pekerjaan rumah paling besar justru setelah banjir surut yaitu memperbaiki kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh debit air yang masuk. Tentu hal tersebut akan membutuhkan biaya tambahan lagi untuk renovasi,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (6/1/2020).

Melalui kerja sama dengan RenovAsik, imbuhnya, Gradana berupaya untuk memberi solusi perbaikan rumah dan tempat usaha bagi masyarakat yang membutuhkan biaya renovasi di bawah Rp100 juta.

“Untuk masa banjir ini, kami membebaskan biaya admin [administrasi] dan mengenakan bunga nol persen bagi masyarakat yang rumahnya terkena dampak langsung. Kami ingin mereka tidak terbebani dengan kesulitan finansial ketika harus merenovasi,” ucapnya.

Sementara itu, pendiri dan CEO RenovAsik Indra Setiawan mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Gradana didasarkan pada solusi yang dibutuhkan konsumen secara nyata, salah satunya karena platform tersebut tidak memberi persyaratan agunan untuk pinjaman renovasi.

“Rata-rata institusi keuangan seperti bank dan BPR [bank perkreditan rakyat] mengharuskan agunan. Tentu ini sangat berat bagi calon peminjam, apalagi yang terkena dampak banjir dan butuh untuk segera merenovasi rumahnya.”

Indra menambahkan bahwa berdasarkan hasil riset internal perusahaannya, kebanyakan calon konsumen yang ingin merenovasi selalu terbentur biaya, seperti biaya cicil kendaraan dan bahkan biaya KPR rumah itu sendiri.

“Tanpa rekanan pembiayaan, biasanya dibutuhkan pembayaran di muka untuk renovasi. Padahal banjir merupakan bencana yang tidak terduga, otomatis pengeluaran rumah tangga meningkat drastis. Tidak heran pascabanjir ini permintaan renovasi naik 20 persen dan saya pikir nantinya akan bertambah lagi seiring dengan surutnya banjir,” ujar Indra.

Program renovasi Gradana dan RenovAsik khusus korban banjir berlaku hingga 31 Januari 2020 dan dikhususkan untuk pemilik properti yang berdomisili di kawasan Jabodetabek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir, pinjaman

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top