PUPR Rampungkan Pembangunan SDN 1 Gentong Kota Pasuruan

Direktorat Jenderal Cipta Karya telah merampungkan pembangunan 5 ruang kelas belajar sementara (RKBS) SDN 1 Gentong, Kota Pasuruan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 04 Januari 2020  |  13:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah merampungkan pembangunan 5 ruang kelas belajar sementara (RKBS) SDN 1 Gentong, Kota Pasuruan.

Selain RKBS dengan masing-masing luas 60,48 meter persegi, Direktorar Jenderal (Ditjen) Cipta Karya juga membangun prasarana pendukung seperti ruang guru seluas 60,48 meter persegi dan dua toilet dengan luas masing-masing 1,5 meter persegi.

Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga, dan Pasar (PSPPOP) Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto mengatakan, pengerjaan rehabilitasi sekolah dan madrasah dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada kondisi bangunan rusak yang sesuai dengan kriteria.

Menurutnya, sekolah dan madrasah yang menjadi prioritas untuk ditangani adalah yang berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), termasuk dalam kategori yang sesuai dengan Keputusan Menteri Desa Nomor 126/2017 tentang Penetapan Desa Prioritas Sasaran Pembangunan Desa, PDT, dan Transmigrasi.

“Persiapan kegiatan pengembangan sarana prasarana pendidikan, olahraga, dan pasar tersebut dilakukan bukan hanya untuk kegiatan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2019 saja, tetapi juga mempersiapkan perencanaan pelaksanaan kegiatan hingga 2020,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/1/2020).

Rehabilitasi sekolah dan madrasah ini juga sejalan instruksi Presiden Joko Widodo yakni agar Kementerian PUPR melakukan percepatan pembangunan dan rehabilitasi sebanyak 10.000 sekolah dan madrasah di seluruh Indonesia. Rehabilitasi sekolah dan madrasah bertujuan untuk mendukung fokus Pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Adapun Pembangunan SDN 1 Gentong Kota Pasuruan, yang sebelumnya ambruk pada awal November 2019, dilakukan selama 30 hari dengan biaya sebesar Rp950 juta. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kementerian PUPR, sekolah

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top