Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tarif Cukai Hasil Tembakau Naik Mulai Tahun Depan

Penerapan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) telah siap diberlakukan pada 2020 mendatang. Pemerintah tidak melakukan revisi target penerimaan cukai dengan adanya tarif baru tersebut.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 Desember 2019  |  13:15 WIB
Warga menjemur tembakau rajangan di lapangan Desa Ngadimulyo, Kedu, Temanggung, Jateng, Rabu (13/9). - ANTARA/Anis Efizudin
Warga menjemur tembakau rajangan di lapangan Desa Ngadimulyo, Kedu, Temanggung, Jateng, Rabu (13/9). - ANTARA/Anis Efizudin

Bisnis.com, JAKARTA - Penerapan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) telah siap diberlakukan pada 2020 mendatang. Pemerintah tidak melakukan revisi target penerimaan cukai dengan adanya tarif baru tersebut.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, kesiapan kenaikan CHT telah siap diterapkan. Para pihak pabrik rokok juga dinilai telah memahami ketentuan perubahan yang reguler ini.

"Secara teknis, kami sudah siap semuanya (pemberlakuan kenaikan CHT)," katanya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta pada Jumat (27/12/2019).

Heru melanjutkan, kenaikan tarif cukai rokok merupakan hal umum yang akan terjadi setiap beberapa waktu. Sehingga, pihaknya tidak banyak melakukan penyesuaian dari segala sisi.

Terkait target penerimaan, Heru mengatakan pihaknya tidak akan melakukan perubahan capaian. Target penerimaan dari cukai masih sama dengan jumlah yang tercatat dalam APBN 2020.

Sebelumnya, pemerintah telah menerbitkan PMK No.152/2019 tentang Tarif CHT. Dalam ketentuan itu, kenaikan tarif untuk sigaret kretek mesin (SKM) golongan I yang akan berlaku sebesar Rp740 atau naik 25,4% dari tarif tahun lalu sebesar Rp590. 

Sementara itu, sigaret putih mesin (SPM) untuk golongan I menjadi Rp790 atau naik 26,4% dari Rp625, sedangkan untuk sigaret kretek tangan (SKT), kenaikan SKT golongan I mencapai 16,4% per batang.

Untuk jenis rokok yang mengalami kenaikan harga jual eceran tertinggi terjadi pada sigaret putih mesin (SPM) yang naik 58,4% atau dari Rp1.1130 per batang menjadi Rp1.790 per batang dan sigaret kretek mesin (SKM) naik 51,7% atau dari Rp1.120 menjadi Rp1.700 per batang.

Adapun hingga November 2019, realisasi penerimaan dari CHT berada di angka Rp133,07 triliun dari target Rp158,86 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cukai Tembakau
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top