Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM, Listrik dan LPG Aman untuk Nataru 2019

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, meninjau posko nasional sektor ESDM menhadapi Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kantor BPH Migas, Jalan Kapten P. Tendean No. 28 Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 25 Desember 2019  |  13:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, meninjau posko nasional sektor ESDM menhadapi Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kantor BPH Migas, Jalan Kapten P. Tendean No. 28 Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

Kunjungan tersebut untuk memastikan keamanan dan ketersediaan pasokan BBM, Listrik, dan LPG serta antisipasi kebencanaan geologi dalam menghadapi Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Peninjauan posko tersebut didampingi Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa selaku Penanggung jawab / Ketua Posko Nasional Sektor ESDM , Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, Komite BPH Migas Sumihar Panjaitan, M. Ibnu Fajar, dan M. Lobo Balia.

Hadir juga Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon S, Sekretaris BPH Migas Bambang Utoro, dan Sekretaris Badan Geologi Antonius Ratdomopurbo.

Mengawali kegiatan kunjungan ke posko sektor ESDM di BPH Migas, Menteri ESDM memastikan kondisi ketenaglistrikan diseluruh seluruh Indonesia dalam keadaan aman dengan melakukan video conference (vicon) dengan PT. PLN (Persero) wilayah Nusa Tenggara Timur, Sumatera Bagian Utara (SBU), Papua, Maluku, dan Maluku Utara.

Dalam vicon tersebut Menteri ESDM meminta agar terus dipantau kondisi kelistrikan dan tidak ada pemadaman listrik terutama pada daerah yang mayoritas penduduknya merayakan Natal.

Menteri ESDM juga mendorong PLN untuk mengkonversi pembangkit dengan menggunakan gas dan mengembangkan pembangkit EBT seperti pembangkit hydro dan biomasa yang banyak potensinya di Papua dan Papua Barat.

Untuk memastikan ketersediaan dan keamanan pasokan BBM, selanjutnya Menteri ESDM beserta Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, Plt. Dirjen Migas Djoko Siswanto melakukan video conference dengan Pusat Komando dan Kendali (Puskodal) kantor pusat PT. Pertamina (Persero) dan Posko Nataru di PT. Pertamina (Persero) MOR V da VII.

Secara umum kondisi penyaluran BBM dalam keadaan aman dan tidak ada kendala yang berarti.

Menteri ESDM didampingi Sekretaris Badan Geologi juga berkesempatan melakukan video conference dengan posko antisipasi bencana geologi di Badan Geologi Bandung, Pos pengamat Gunung Agung, Pos Pengamat Gunung Bromo, dan Pos Pengamat Gunung Sinabung.

Status Gunung Agung dan Gunung Sinabung dalam keadaan siaga, masyarakat disekitar lokasi dihimbau tetap waspada dan tidak melakukan kegiatan pada radius 4 km dan 3 km dari puncak gunung/kawah.

Setelah melakukan video conference, Menteri ESDM didampingi Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, dan Plt. Dirjen Migas Djoko Siswanto beserta pejabat terkait memberikan konferensi pers kepada para awak media.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam konferensi pers menyampaikan sejauh ini belum ada masalah berarti dalam proses pengiriman BBM. Untuk wilayah yang menjadi pusat perayaan Nataru, diberikan prioritas agar pasokan BBM terpenuhi.

Sedangkan untuk antisipasi daerah rawan bencana pun sudah cukup baik. "Kalau untuk kendala-kendala alam itu dipantau dan itu masih relatif dalam keadaan yang tenang," ucapnya.

Di Bromo, lanjutnya, ada kendala-kendala tremor, tapi itu sudah dilakukan peringatan untuk menjauhi puncak sejauh radius 1 kilometer. Jadi sejauh ini menurutnya antisipasi di daerah sudah cukup baik.

Menteri ESDM Arifin Tasrif berharap, tak hanya BPH Migas selaku Ketua/Penanggungjawab posko nasional sektor ESDM yang mengawasi posko nasional pada masa Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, tapi ada juga sinergi dari pihak-pihak terkait.

"Dan ini kita harapkan antara PLN dan Pertamina dan dinas-dinas terkait bisa saling kerja sama, memberikan informasi dan saling berkoordinasi dalam posko Nataru dengan BPH Migas sebagai penanggung jawab," harapnya.

Kepala BPH Migas, M. Fanshurullah Asa menambahkan Tim Posko Nasional Sektor ESDM ini selain di berada di BPH Migas, juga ada Tim yang ditugaskan untuk monitoring lapangan di setiap pulau yang ada di Indonesia.

"BPH Migas telah menugaskan Tim untuk keliling ke daerah, mengecek langsung bagaimana ketersediaan dan distribusi BBM. BPH Migas juga melibatkan Komisi VII DPR RI untuk turun ke lapangan," Jelas nya.

Kepala BPH Migas,Fanshurullah Asa saat diwawacarai setelah prescon mengatakan bahwa terjadi kenaikan penggunaan avtur sebesar 58% selama posko Nataru s.d H-5 dibandingkan konsusmi normal hari biasa.

"Persentasenya dari Pertamina itu turun sekitar 2,3% dibandingkan dengan 2018. Namun data posko, jika dibandingkan dengan normal, sejak H-5 itu terjadi kenaikan sekitar 58%," ucap Ifan sapaannya. Ini artinya, banyak masyarakat yang berlibur.

Hal ini menurutnya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomian masyarakat. Meski demikian, ada beberapa daerah yang kritis avtur, seperti daerah Manokwari dan Bitung. Untuk daerah Bitung, ia mengatakan sudah di-cover karena lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat penyaluran.

Selain itu Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa juga menyampaiakn pelaksanaan digitalisasi nozzle yang ditargetkan sebanyak 5.518 SPBU sesuai komitmen dari PT. Pertamina Persero akan selesai Juni 2020.

“Kami meminta PT. Pertamina (Persero) dapat mengimplementasikan sistem identifikasi konsumen dan volume pembelian pada digitalisasi nozzle SPBU dengan nomor polisi ditulis sebelum isi BBM, sehingga digitalisasi nozzle dapat digunakan sebagai alat kendali untuk penyaluran BBM yang tepat sasaran dan tepat volume,” jelas Ifan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bph migas
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top