Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

YLKI: Tol Layang Japek Gagal Atasi Kemacetan

Menurutnya, hal ini berarti saat tol layang Cikampek dibangun tidak mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk jika ada kendaraan mogok di atas tol layang.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Desember 2019  |  16:18 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek II di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/12/2019). Tol Layang ini memiliki panjang 36,4 km dari Cikunir-Karawang Timur. -  ANTARA /Fakhri Hermansyah
Sejumlah kendaraan melintasi Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek II di Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/12/2019). Tol Layang ini memiliki panjang 36,4 km dari Cikunir-Karawang Timur. - ANTARA /Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai tol layang Jakarta Cikampek (Japek) gagal mengatasi kemacetan saat libur panjang akhir pekan.

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan pihaknya sudah memprediksi sejak awal tol layang tidak akan mampu mengatasi kemacetan akhir pekan.

"Prediksi saya bahwa tol layang Cikampek tidak akan mampu mengatasi kemacetan saat long week end terbukti. Terbukti tadi malam tol layang Cikampek macet total selama dua jam, dan akhirnya arus lalin menuju tol layang ditutup sementara," ungkapnya, Minggu (22/12/2019). 

Menurutnya, hal ini berarti saat tol layang Cikampek dibangun tidak mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk jika ada kendaraan mogok di atas tol layang.

Dia memprediksi hal tersebut bisa jadi karena petugas tol tidak sigap mengatasi masalah saat terjadi kendaraan mogok, dan volume traffic sedang sangat tingginya. 

Dengan kejadian seperti ini, dia menilai fungsi utama tol layang Cikampek untuk mengatasi kemacetan saat libur panjang, menjadi muspro alias sia-sia. 

"YLKI mendesak agar pemerintah [Kemenhub dan Kepolisian]  mengevaluasi total management traffict saat long week end, seperti  libur Nataru dan nanti libur Idul Fitri," tegasnya.

Selain itu, dia mengatakan perlu dipertimbangkan adanya emergency exit, misalnya di KM 25, sehingga pengguna tol tidak tidak tersandera di jalan tol selama berjam-jam. 

"Ini bisa membahayakan keamanan dan keselamatan pengguna tol, Jangan sampai jalan tol layang ini menjadi produk gagal," tukasnya.

Corporate Communication and Community Development Group Head
PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru mengungkapkan utuk mengurai kepadatan di Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek) arah Cikampek, Jasa Marga atas diskresi Kepolisian mulai memberlakukan contraflow dari Km 47 hingga Km 61 arah Cikampek mulai pukul 08.20 WIB hingga 12.40 WIB pada Minggu (22/12/2019). 

"Kondisi lalu lintas (lalin) Jalan Tol Japek arah Cikampek terpantau padat di beberapa titik. Dengan diberlakukannya contraflow ini diharapkan dapat mencairkan kepadatan yang terjadi di titik pertemuan Jalan Tol Japek Elevated dan Jalan Tol Japek di Km 48 dan titik menjelang rest area di Km 50," paparnya.

Pemberlakuan contraflow merupakan diskresi Kepolisian. Untuk mendukung kelancaran contraflow, Jasa Marga menyiagakan petugas dan penyiapan rambu-rambu.

Pada Sabtu (21/12/2019) kemarin, akses masuk menuju Jalan Tol Japek II Elevated dari arah Cawang sempat ditutup sementara oleh Kepolisian pada pukul 12.00-12.10 WIB selama 10 menit dan pukul 13.30-13.50 WIB selama 20 menit. Penutupan jalan tol tersebut bersifat situasional dan sepenuhnya atas diskresi Kepolisian.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 63.014 kendaraan melintasi Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama pada H-4 (21 Desember 2019) perayaan Natal 2019. Jumlah ini meningkat 87,83% dibandingkan lalu lintas harian normal sebanyak 33.000 kendaraan.

Selain itu, Jasa Marga juga mencatat lalu lintas tertinggi yang melintasi GT Cikampek Utama kemarin adalah pada pukul 10.30-11.30 WIB yang mencapai 3.500 kendaraan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol jakarta-cikampek (japek)
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top