JLL : Perhatikan 5 Hal Ini jika Berinvestasi di Asia Pasifik

Ke depan, akan ada lebih banyak proyek-proyek gedung-gedung yang mengadopsi teknologi ramah lingkungan.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 19 Desember 2019  |  08:32 WIB
JLL : Perhatikan 5 Hal Ini jika Berinvestasi di Asia Pasifik
Marina Bay di Singapura. - Reuters/Lim Huey Teng

Bisnis.com, JAKARTA — Investasi real estat di kawasan Asia Pasifik pada 2020 diproyeksi masih mengalami peningkatan. Namun, konsultan properti JLL menyebutkan bahwa ada lima tren utama yang perlu diperhatikan investor asing sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Tren yang pertama, yaitu permintaan aset logistik yang tinggi.

CEO of Capital Markets Asia Pacific JLL Stuart Crow mengatakan bahwa minat investor terhadap sektor logistik terus meningkat.

“Kami melihat lebih banyak investor membentuk usaha patungan dengan pemain-pemain besar yang sudah mapan. Beberapa mengambil sebagian saham atau bahkan masuk ke pasar publik. Contoh baru-baru ini adalah investasi cornerstone oleh Dana Pensiun Kanada OMER’S di platform logistik ESR yang diajukan untuk terdaftar di bursa saham Hong Kong,” ujar Crow melalui siaran pers, Rabu (18/12/2019).

Head of Research JLL Indonesia James Taylor mengatakan bahwa para investor asing juga banyak yang mengincar peluang investasi pada sektor logistik di Indonesia.

Menurutnya, masih tingginya permintaan ruang gudang khususnya yang memiliki spesifikasi tinggi mendorong minat investor untuk berinvestasi di sektor logistik.

“Industri manufaktur terus mendorong permintaan, sedangkan perusahaan e-commerce merupakan tipikal penyewa yang paling cepat berkembang,” ucapnya.

Tren yang kedua, adalah Real Estate Investment Trusts (REITs).

Crow menuturkan bahwa Asia Pasifik memecahkan rekor baru pendanaan dengan menembus lebih dari US$14 miliar atau meningkat jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

JLL memprediksi ada lebih banyak penawaran umum perdana di Singapura dan India pada tahun depan yang sebagian besar didorong oleh fokus strategi pertumbuhan dan kinerja perdagangan yang konsisten.

“Melihat ke depan, REITs sepertinya akan melanjutkan kinerja perdagangannya yang kuat dan menjadi aset real estat yang sangat kompetitif. Kita bisa saja menyaksikan lebih banyak konsolidasi di sektor ini,” ucapnya.

Tren yang ketiga, adalah inisiasi-inisiasi berkesinambungan yang menghadirkan kesempatan-kesempatan investasi, seperti konsep gedung hijau yang ramah lingkungan.

Crow mengungkapkan ke depannya akan ada lebih banyak proyek-proyek gedung-gedung yang mengadopsi teknologi ramah lingkungan.

“Kami yakin bahwa pemerintah di kawasan [Asia Pasifik] ini sangat sadar akan konsep berkesinambungan dan proaktif dalam mengubah kota-kota di kawasan mereka supaya menjadi kota pintar dan lebih layak bagi penduduknya,” ujarnya.

Menurutnya, inisiatif-inisiatif tersebut menghadirkan kesempatan bagi investor real estat yang jeli untuk dapat membeli atau mengembangkan aset-aset yang ramah lingkungan atau menjadi bagian dari proses pengembangan suatu kota.

Tren yang keempat, adalah pengembangan kawasan yang inovatif diperkirakan mendongkrak pasar ruang perkantoran.

Menurut, JLL Premium Office Rent Tracker, perusahaan teknologi makin berperan besar dalam menentukan harga sewa perkantoran premium yang dulunya didominasi oleh perbankan dan industri jasa keuangan.

“Hal tersebut telah terjadi di kota-kota dengan tingkat inovasi yang tinggi, seperti Beijing, Tokyo, Seoul, Shanghai, Singapura, dan Osaka,” jelasnya.

Crow mengatakan bahwa seperti halnya investor real estat, konsumen korporasi juga tertarik pada lokasi yang menawarkan inovasi ekosistem yang canggih.

Menurutnya, perkembangan teknologi turut membentuk pertumbuhan ekonomi suatu kota dan dapat menarik minat investor dan perusahaan.

Tren terakhir (kelima), yang perlu diperhatikan para investor ialah ruang kerja fleksibel yang diperkirakan makin berkembang di kawasan Asia Pasifik.

JLL memprediksi ruang kerja fleksibel dapat makin berkembang di kota-kota utama seperti Singapura, Tokyo, dan Sydney di mana permintaan terus tinggi dan ada lebih banyak ruang pertumbuhan untuk operator ruang kerja bersama dan penyedia kantor.

“Ruang kerja fleksibel di Asia Pasifik akan terus menarik perhatian para investor dan penyewa karena sektor ini mempertahankan tren pertumbuhannya yang kuat, Pemilik tanah dan pengembang cenderung mempertahankan kemitraan mereka dengan operator ruang kerja bersama,” kata Crow.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asia pasifik, konsultan

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top