Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Teknis Hibah Kapal Eks Asing Dibahas Pertengahan Desember 2019

Wacana kapal bekas asing sitaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan dihibahkan ke nelayan bakal segera direalisasikan.
Desynta Nuraini
Desynta Nuraini - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  13:35 WIB
Sejumlah kapal asing yang tertangkap pihak berwenang siap untuk ditenggelamkan di perairan Natuna, Kepulauan Riau. - Antara
Sejumlah kapal asing yang tertangkap pihak berwenang siap untuk ditenggelamkan di perairan Natuna, Kepulauan Riau. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wacana kapal bekas asing sitaan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan dihibahkan ke nelayan bakal segera direalisasikan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengatakan akan ada rapat teknis untuk membahas hibah kapal ini di Kantor Kementerian bidang Perekonomian. 

"Habis ini kami akan dipanggil rapat sama Menko tanggal 18 atau 20 [Desember] untuk bicara teknisnya seperti apa," katanya di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Senin (9/12/2019).

Adapun dari data yang diterima Edhy sebelumnya, ada 72 kapal asing pencuri ikan yang disita dan statusnya sudah jelas berdasarkan putusan pengadilan. Dari jumlah tersebut, 45 kapal masih dalam kondisi baik, 21 kapal dalam kondisi kurang baik, sedangkan 6 lainnya harus dimusnahkan. 

Kapal sitaan tersebut sejatinya sudah menjadi aset negara yang dikelola oleh Kementerian Keuangan. Sebab hasil putusan peradilannya, yakni disita negara. 

Akan tetapi, KKP mengusulkan agar kapal-kapal eks asing tersebut diserahkan ke pihak ketiga, apakah itu nelayan, koperasi, atau diserahkan kepada lembaga pendidikan dan lembaga kesehatan. 

Ada rambu-rambu terkait hibah kapal ini. Misalnya, jika nilai kapal di bawah Rp10 miliar, keputusan diserahkan kepada pihak ketiga dan bisa dibahas antarmenteri. Namun, andai kata nilainya di atas Rp10 miliar, keputusannya harus melalui DPR.

Soal kapan waktu pasti hal ini direalisasikan, Edhy menyatakan keinginannya untuk dilakukan segera. Akan tetapi, sebagai birokrat, tuturnya, harus ada mekanisme birokrasi yang perlu diikuti.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kapal kkp
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top