Adopsi IoT, Lampu Jalan Bakal Lebih Efisien

Produk IoT pada lampu penerangan jalan umum (PJU) baru diterapkan pada provinsi DKI Jakarta.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  09:46 WIB
Adopsi IoT, Lampu Jalan Bakal Lebih Efisien
Lampu jalan - Ilustrasi/JIBI Photo

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah televisi, produksi lampu outdoor di dalam negeri juga akan mengarah ke produk pintar alias memiliki fitur internet of things (IoT) lantaran lebih efisien.

Asosiasi Perlampuan Indonesia (Aperlindo) menyatakan produk IoT pada lampu penerangan jalan umum (PJU) baru diterapkan pada provinsi DKI Jakarta. Adapun, lampu jalan dengan fitur IoT mendominasi penerangan di jalanan Ibu Kota hingga 85% atau 19,55% dari total lampu jalan di dalam negeri yakni sekitar 293.000 titik.

“Tren jangka panjangnya sudah menjurus ke IoT. Walaupun sedikit, tapi setidaknya [konsumen di dalam negeri] mulai mau mencoba. Indonesia kan menuju ke ramah lingkungan. Lampu IoT mengurangi penggunaan listrik,” ujar Ketua Umum Aperlindo John Manoppo kepada Bisnis akhir pekan lalu.

John mengatakan lampu IoT hanya menggunakan energi sepuluh kali lebih kecil dari lampu jalan biasa. Adapun, penggunaan lampu jalan pintar tersebut baru mulai digunakan pada 2017 yang didominasi oleh tiga pabrikan yakni PT Mory Industries Indonesia, PT Panasonic Gobel Life Solutions Sales Indonesia, dan Signify Indonesia.

John meramalkan volume lampu JPU IoT di jalanan akan bertambah 15% — 20% menjadi sekitar 344.000 titik. John menilai target pertumbuhan tersebut sesuai dengan harga lampu JPU IoT yang cukup tinggi. Adapun, lanjutnya, pemerintah menargetkan dapat menambah lampu PJU sebanyak 45.000 titik yang tersebar di penjuru negeri.

Jhon mengatakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lampu JPU IoT secara konsolidasi kini berada di level 40%. Menurutnya, TKDN lampu JPU IoT akan naik perlahan dalam beberapa tahun ke depan. “Apalagi seperti Panasonic, Signify, dan Mory, itu tiga besar untuk lampu jalan di Indonesia.”

John mengatakan jalanan di dalam negeri masih kekurangan sekitar 3,5 juta lampu JPU dengan asumsi adanya satu lampu JPU setiap 20 penduduk. Menurutnya, kebutuhan tersebut akan tercapai paling cepat pada 2025 yang dapat menelan investasi senilai US$50 juta.

“Harus ada investasi baru. Karena, kalau lampu jalan ini kan butuh material yang bagus dan harus mesinnya mesin-mesin hebat, bukan mesin lampu bohlam biasa,” katanya.

President and Group CEO Ligman Sakchai Manawongsakul mengatakan pihaknya akan mendukung pelaksanaan proyek tersebut dengan produk lampu JPU perseroan. Adapun, Pihaknya akan mendirikan pabrikan baru di dalam negeri jika permintaan JPU IoT tinggi di dalam negeri.

“Kami akan mengambil komponen lokal dan melakukan assembling di dalam negeri yang membuat produk kami made in Indonesia. Maksud kami, kami akan mengambil 60% dari total material kami di dalam negeri dan 40% kami bisa atur untuk diimpor dari Thailand. Tidak ada masalah,” ujarnya kepada Bisnis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lampu led, Industri Elektronik

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top