Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur, Ini Langkah SMDR di Palaran

Direktur Pelaksana PT Samudera indonesia Tbk. Bani M. Maulana mengatakan Pelabuhan Samudera Palaran di Kalimantan akan ditingkatkan kapasitas terpasangnya pada 2020.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  17:31 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Samudera indonesia Tbk. bakal meningkatkan kapasitas terpasangnya sebagai antisipasi pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

Direktur Pelaksana PT Samudera indonesia Tbk. Bani M. Maulana mengatakan Pelabuhan Samudera Palaran di Kalimantan akan meningkatkan kapasitas terpasangnya dengan rencana menambahkan 1 Ship To Ship (STS) Container Crane dan 3 Rubber Tyred Gantry (RTG) pada 2020.

Adapun, rencana pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Timur merupakan potensi yang besar bagi emiten berkode SMDR.

"Kami akan meningkatkan kapasitas terpasang menjadi 400.000 TEUs. Saat ini kapasitas terpasang baru 250.000 TEUs," katanya dalam siaran pers, Jumat (6/12/2019).

Dia menambahkan pemindahan Ibu Kota Negara akan berimplikasi pada pemindahan orang, aktivitas ekonomi dan pemenuhan barang dan jasa yang akan bertumbuh secara masif.

Secara umum kebutuhan ini harus dipenuhi dari luar Kalimantan sehingga membutuhkan banyak aktivitas logistik.

Pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana (heavy equipment), lanjutnya, juga menjadi potensi ke depan. Terminal domestik yang berlokasi di Tanjung Priok, SMDR akan mengoperasikan 2 tambahan Harbour Mobile Crane (HMC) guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pelanggan.

Untuk menciptakan ekosistem yang lebih andal dan efisien, imbuhnya, SMDR sudah melakukan integrasi dan digitalisasi sistem berupa aplikasi online untuk layanan port pairing dan port performance.

Secara umum, akhir 2019 menyiratkan tahun yang penuh perjuangan baik di tataran global, nasional maupun di industri pelayaran. SMDR menyikapi hal ini dengan keputusan besar menjual dua kapal Supramax pengangkut dry-bulk di pelayaran internasionalnya pada tahun ini. 

Terlepas dari faktor loss on disposal dari keputusan tersebut, SMDR masih mencatatkan operating profit sebesar US$9,7 juta pada Kuartal III/2019.

Dia optimis di tahun mendatang kontribusi di pengembangan infrastruktur logistik akan lebih baik. Berbekal pengalaman panjang dalam pengelolaan pelabuhan peti kemas di Tanjung Priok dan Samarinda, SMDR yakin memiliki credentials yang baik dalam pengelolaan Pelabuhan Patimban yang sedang dalam tahap pembangunan.

Tak hanya di Indonesia, unit usaha SMDR yang ada di Dubai juga sudah melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama dengan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). SMDR ditunjuk sebagai Logistics Partner untuk project Divisi Luar Negeri Area 1 WIKA. 

SMDR juga ditunjuk sebagai Logistics Partner untuk Pavilion Indonesia dalam ajang pameran berskala internasional, yaitu Expo 2020 Dubai yang akan diikuti oleh 192 negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
samudera indonesia, Ibu Kota Dipindah

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top