Janji Jokowi-Maruf Bangkitkan Optimisme Konsumen

Dilansir dari Survei Konsumen November 2019 dari Bank Indonesia, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi pada November 2019 menguat dari bulan sebelumnya. Berdasarkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2019 sebesar 124,2, meningkat dari 118,4 pada bulan sebelumnya.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 06 Desember 2019  |  15:10 WIB
Janji Jokowi-Maruf Bangkitkan Optimisme Konsumen
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) berpidato disaksikan Menko Polhukam Mahfud MD (kedua kiri) dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Sentimen optimisme konsumen pada Survei Konsumen November 2019 yang dikeluarkan Bank Indonesia tak lepas dari harapan konsumen pada sejumlah janji Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Dilansir dari Survei Konsumen November 2019 dari Bank Indonesia, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi pada November 2019 menguat dari bulan sebelumnya. Berdasarkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2019 sebesar 124,2, meningkat dari 118,4 pada bulan sebelumnya.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa meningkatnya optimisme konsumen pada November 2019 didorong oleh peningkatan kedua komponen pembentuknya, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang meningkat 4,5 poin dari bulan sebelumnya menjadi 109,3 dan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) yang meningkat 7,1 poin menjadi 139,1.

Secara lebih teperinci, kenaikan IKE didorong oleh seluruh komponen indeks penyusunnya, tertinggi Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja sebesar 5,1 poin. Secara spasial, meningkatnya IKE terjadi di 10 kota dengan kenaikan tertinggi terjadi di Medan (18,1 poin) diikuti Padang (10,0 poin).

Selain itu, persepsi konsumen terhadap tersedianya lapangan kerja meningkat, terindikasi dari kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja sebesar 5,1 poin menjadi 94,5. Membaiknya persepsi konsumen terhadap tersedianya tenaga kerja ditengarai didorong oleh dibukanya lowongan CPNS 2019 yang secara nasional mencapai 152.000 formasi pada awal November 2019. Kenaikan indeks pada November 2019 terjadi pada sebagian besar kategori pendidikan, terutama pada responden dengan tingkat pendidikan sarjana.

Sementara itu berdasarkan, Indeks Penghasilan Saat Ini sebesar 119,6, meningkat dari 115,1 pada bulan sebelumnya. Kenaikan Indeks Penghasilan terjadi pada kelompok responden dengan tingkat pengeluaran Rp2,1 juta-Rp3 juta dan di atas Rp4 juta per bulan.

Sementara itu, optimisme konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi ke depan menurut Bank Indonesia kembali menguat, tercermin dari Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi (IEK) November 2019 sebesar 139,1, lebih tinggi dari 132,0 pada bulan sebelumnya.

Peningkatan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi tersebut didukung oleh kenaikan seluruh komponen penyusunnya, terutama ekspektasi konsumen terhadap kondisi kegiatan usaha dalam 6 bulan ke depan. Secara spasial, ekspektasi konsumen meningkat di 12 kota dengan kenaikan IEK tertinggi di Denpasar (16,2 poin) diikuti Jakarta (12,0 poin).

Responden memprakirakan prospek kegiatan usaha 6 bulan ke depan akan kembali membaik, didukung oleh persepsi positif konsumen terhadap pembangunan yang berkelanjutan dan stabilitas harga yang terjaga.

Survei itu juga menyebut, konsumen memprakirakan ketersediaan lapangan kerja akan meningkat pada 6 bulan mendatang, tercermin dari Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja 6 bulan mendatang pada November 2019 sebesar 126,7, lebih tinggi dari 118,9 pada bulan sebelumnya.

Menurut Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto, penguatan optimisme hingga akhir tahun ini, sampai 3 bulan mendatang mencerminkan sisi pengeluaran konsumen akan membaik. Penyebabnya, pertama, jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, tingkat konsumsi masyarakat akan melonjak. Kedua, optimisme masyarakat bahwa pemerintah dengan Kabinet Indonesia Maju diharapkan bisa bergerak lebih cepat sehingga mendorong sisi ekspansi dunia usaha dan mendongkrak motif pembelian oleh konsumen.

“Masyarakat melihat bahwa janji dan komitmen Presiden Joko Widodo sebagai garansi pemerintahan ini bergerak lebih cepat dan taktis sehingga mampu mendongkrak kepercayaan publik dan pasar,” jelas Ryan, Kamis (5/12/2019).

Dia menilai, lima strategi pemerintahan Presiden Joko Widodo, yakni Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, debirokratisasi, diperkuat dengan 7 instruksi Presiden antara lain; anti korupsi, kerja inovatif dan kreatif. Sehingga mampu mendongkrak kepercayaan dan optimsime publik dan pasar. Salah satu contoh konkret pemicu optimisme adalah kartu pra kerja yang diamini oleh publik bisa mendorong tingkat konsumsi.

“Ini namanya strategi keep buying strategy, supaya pertumbuhan konsumsi rumah tangga di kuartal-kuartal sebelumnya mampu berdiri di atas 5%, sehingga PDB Indonesia 2020 berkisar 5,3%,” jelas Ryan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top