Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Kontroversi Garuda di Bawah Kendali Ari Askhara

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia membikin gempar publik setelah nama Direktur Utama Perseroan Ari Askhara disebut terlibat dalam penyelundupan Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton senilai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Hendra Wibawa
Hendra Wibawa - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  19:50 WIB
Konferensi pers terkait penyelundupan Harley Davidson dan Sepeda Lipat Brompton menggunakan pesawat Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (5/12/2019) - Istimewa
Konferensi pers terkait penyelundupan Harley Davidson dan Sepeda Lipat Brompton menggunakan pesawat Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (5/12/2019) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia sepertinya tidak pernah absen menjadi bahan berita.

Kali ini, kabar yang dihadirkan oleh maskapai pelat merah itu cukup menggemparkan, yaitu penyelundupan suku cadang motor gede (moge) merek Harley-Davidson dan sepeda lipat ekslusif merek Brompton di pesawat baru Airbus 330-900NEO pada 17 November 2019.

Publik semakin tercengang ketika penyelundupan moge Harley-Davidson seharga ratusan juta itu dilakukan orang nomor satu di Garuda Indonesia berinisial AA (Ari Askhara) yang merujuk nama sapaan dari I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra.

Dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Kamis (5/12/2019), Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa kasus penyelundupan Harley Davidson seri Shovelhead itu dijalankan secara sistematis oleh jajaran pegawai Garuda hingga pimpinan puncaknya.

“Inilah yang membuat kami sedih. Di saat kami ingin membangun citra BUMN dan meningkatkan kinerjanya, ada oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan hal seperti ini,” katanya Erick.

erick thohir

Nama Ari Askhara tidak bisa dipisahkan dari berbagai kontroversi sejak dia menduduki kursi panas Garuda. Beberapa kontroversi yang mewarnai media massa tersebut diantaranya sebagai berikut : 

1. Polemik Laporan Keuangan 2018 Rugi Jadi Untung

Ari membuat gempar dengan membuat laporan keuangan maskapai itu pada 2018 menjadi untung dari seharusnya masih rugi. Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan pun turun tangan dan menemukan adanya pelanggaran pada laporan keuangan tahunan maskapai itu. Akuntan Publik Kasner Sirumapea dibekukan oleh Kemenkeu selama 12 bulan karena tindakannya itu.

Kasus kontroversial itu bermula dari laporan keuangan emiten dengan kode saham GIAA yang telah diaudit berbalik untung US$809,846 pada 2018. Posisi tersebut kebalikan dari kerugian US$216,58 juta pada 2017.

sri mulyani

Padahal, perseroan masih mencatatkan rugi pada periode September 2018 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$114,08 juta. Kontribusi terbesar atas laba GIAA pada 2018 berasal atas pendapatan lain-lain perseroan yang berbanding jauh pada tahun sebelumnya yakni US$19,79 juta.

Pendapatan tersebut berasal dari hak pemasangan peralatan layanan konektivitas dan hiburan dalam pesawat dan manajamen konten antara PT Mahata Aero Teknologi dengan PT Citilink Indonesia yang merupakan entitas anak Garuda Indonesia.

Adapun, transaksi tersebut senilai US$239.94 juta yang di antaranya senilai US$28 juta merupakan bagi hasil perseroan yang didapat dari PT Sriwijaya Air.

Dua komisaris GIAA, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria, menganggap laporan keuangan 2018 itu tidak sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) sehingga enggan membubuhkan persetujuan atas laporan keuangan itu.

2. Live Music Akustik di Pesawat

Kontroversi lain dari Ari Askhara adalah menyuguhkan live music akustik di pesawat yang tengah terbang di ketinggian 35.000 kaki.

Ari Askhara beralasan hadirnya layanan live music akustik merupakan keinginan menghadirkan penggalaman baru dalam penerbangan Garuda untuk pengguna jasa maskapai itu khususnya generasi milenial.

3. Menutup Rute Penerbangan London dan Amsterdam 

Ari Askhara juga melakukan langkah menutup sejumlah rute penerbangan seperti Jakarta-London dengan alasan untuk menekan kerugian perseroan.

Tidak hanya itu, emiten berkode saham GIAA tersebut akan memangkas rute penerbangan dari dan menuju Amsterdam dua penerbangan hingga tiga penerbangan dari yang sebelumnya memiliki enam jadwal penerbangan.

4. Larangan Foto dan Video Dalam Pesawat

Garuda Indonesia melarang untuk mendokumentasikan kegiatan di Pesawat baik foto ataupun video oleh awak kabin ataupun penumpang. Larangan itu disampaikan melalui surat edaran dan viral di media sosial.

Awak kabin diminta untuk menyampaikan larangan mendokumentasikan segala kegiatan kepada penumpang dengan bahasa yang tegas.
Maskapai akan memberikan sanksi jika larangan itu dilanggar.

Setelah menjadi polemik, pihak manajemen melakukan revisi terharap surat larangan tersebut dan menyampaikan bahwa itu merupakan edaran internal perusahaan yang belum final dan seharusnya belum dikeluarkan dan tidak untuk konsumsi pblik.

5. Penyelundupan Moge Harley Davidson dan Sepeda Brompton

Langkah kontroversi Ari Askhara akhirnya terhenti di kargo Airbus 330-900neo yang dianggap sebagai masa depan bisnis Garuda.

Kasus dugaan penyelundupan moge Haley Davidson dan sepeda lipat Brompton melalui pesawat baru yang diterbangkan dari Delivery Center Airbus di Toulouse, Prancis, menuju Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang, Banten benar-benar mendaratkan secara keras (hard landing) Sang Dirut Garuda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garuda indonesia Bea Cukai
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top